Vairy Tale

Vairy Tale

  • WpView
    LECTURAS 11
  • WpVote
    Votos 2
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mié, jun 29, 2022
Vairyndi Diezza Aklean, gadis yang sangat terobsesi pada kupu-kupu itu bagaikan bunga sumber kebahagiaan bagi siapa saja. Ia adalah moodbooster dengan segala tingkah lakunya. Tapi tidak untuk Alfrin Bhanuputra Clendra, menurutnya Vai adalah badbooster. Ia pikir Vai adalah gadis terlebay dan teraneh yang pernah ia temui. Ia sangat berharap selama 3 tahun di SMA Satu Nusa ini Ia tidak pernah satu kelas dengan Vai. "Ini dimana?" "Kamu di UKS dek." jawab petugas PMR yang tengah bertugas "Kenapa saya bisa di UKS kak?" "Tadi kamu pingsan pas upacara." "Uwow, saya pingsan kak?" Mulut Vai membuka sempurna "Iya dek." "ALHAMDULILLAH YA ALLAH, akhirnya Vay ngerasain pingsan." petugas PMR disebelahnya itu dibuat melongo. °•° "Amit-amit." kata Alfrin ketika pertama kali bertemu dengan Vai.
Todos los derechos reservados
#879
siswa
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • ALVANSA [Completed]
  • KISAH HIDUP & CINTA VAYA
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]
  • I'M NOT PCHYOPAT [Revisi]
  • Bucin Ala Al [END]
  • Love Letters [END]
  • Meteor Supernova
  • Psycho Transmigration
  • Cinta Di Anak Pramuka
  • Kesempatan Kedua Mengubah Masa Depan

Cerita ini merupakan sequel dari My Enemy Is My Husband, cerita yang aku tulis sebelumnya Dan ini merupakan kelanjutan dari cerita tersebut yang menceritakan tentang perjalanan hidup anak-anak mereka "Sini"ucap Alin setelah kembali ke kamarnya tadi sambil menepuk pahanya, Vansa pun hanya menurut "Kenapa bisa berantem?"tanya Alin sambil mengobati luka Vansa "Gak tau, tadi dia tuba-tiba nyerang gitu aja"jawab Vansa sambil menatap wajah serius Alin dari bawah "Emang iya?"tanya Alin lagi "Iya Angelina Salsa Fernando"jawab Vansa sambil mengubah posisinya menghadap ke perut Alin "Masih sakit?"tanya Alin sambil mengelus pipi Vansa "Masih! Kalo belum lo cium"ucap Vansa sambil menatap wajah Alin "Sa ae modusnya lo bambank"cibir Alin sambil menekan luka pada pipi Vansa "Sakit Alin!"ketus Vansa "Eh maap lupa"jawab Alin cengengesan sambik mengusap pipi Vansa "Masa diusap doang sih! Kan gue mintanya di cium"ucap Cup "Udahkan"ucap Alin setelah mencium pipi Vansa yang lebam tadi "Emm jadi makin sayang"ucap Vansa sambil memeluk punggang Alin masih dengan posisi berbaring dipaha Alin "Tidur gih"titah Alin "Sama lo ya?"pinta Vansa dengan wajah memelas Dari pada gantung mendingan langsung baca:)

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido