
Aku bertahan di sini untuk siapa? Keluarga? Sahabat? Kekasih? Teman? Atau bahkan orang yang membenciku? Sepertinya tidak dari diantaranya. Aku bertahan untuk diriku sendiri. Mungkin aku memiliki banyak orang-orang terdekat di kehidupanku, tapi entah mengapa mereka seperti tidak ada disampingku. Dunia yang begitu luas dan besar ini, mengapa aku selalu merasakan kesendirian. Di tempat ramai yang sering orang orang kunjungi, melihat banyak orang berkeliaran disekitar ku tidak membuat ku hidup. Aku TETAP merasakan kesendirian, kesepian. Bahkan ketika aku memunculkan rasa percaya ku terhadap apa itu sahabat, apa itu kekasih, dan apa arti keluarga dalam hidupku. Nyatanya aku tetap merasakan kesendirian. Aku sering mengeluh, mengeluh dan mengeluh. Mengapa takdirku seperti ini? Apakah aku tidak pantas untuk bahagia? Untuk tersenyum? Menikmati hangatnya bersama keluarga, sahabat dan orang orang terkasihku? Tapi aku mengingat kembali, apa yang sudah aku berikan kepada-Nya, aku terlalu banyak meminta sedangkan aku belum cukup mampu berbakti kepada sang Pencipta. Akankah aku menemukan kebahagianku? Tuhan tolong bantu aku, bantu aku bisa merasakan senyum bahagia, aku ingin melepas semua bebanku, aku ingin bersuara sehingga tidak ada beban yang menumpuk. Hanya itu, apakah bisa?Alle Rechte vorbehalten
1 Kapitel