detak jantung rean semakin kencang dengan ritme yang tidak beraturan kala ia mendengar pengakuan erin yang lebih memilih all dari pada dirinya, kecewa disertai rasa ingin marah terlihat diwajahnya, namun rean hanya terdiam terpaku ia menyadari bahwa usahanya selama ini sia-sia, "rean maaf aku,,," "udah ngga usah diterusin lagi aku udah ngerti kok, makasih ya buat lukanya" potong rean dan pergi meninggalkan erin
All Rights Reserved