BELENGGU LARA

BELENGGU LARA

  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jan 4, 2025
"Kita yang salah, bukan perasaannya. Kita yang saling cinta tapi terhalang untuk punya hubungan lebih. Jadi kedepannya daripada saling nyakitin diri sendiri mending cukup." Itu kalimat terakhir yang Aruna ucapkan kepada Aksabian sebelum akhirnya Ia memilih untuk pergi menjauh, bersamaan dengan air mata yang sudah tak sanggup lagi Ia bendung. Aksabian yang sama terlukanya pun merasa tidak berhak untuk menghentikan Aruna. "Biar lu gak sakit, biar gue juga gak sakit hati. Intinya makasih udah ada buat gue selama ini." Aksabian bergumam pelan, suaranya hanya bisa didengar olehnya dan juga semesta. ------------------------------------✈︎ 29/08/2022
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara Nada dan Lensa
  • Tangled Thread (On Going) HIATUS
  • Gara Narendra
  • AKARA (Ending)
  • Radyan Arjuna ✔
  • Not The Wrong
  • Bahagia Untuk Jaffress [Selesai]
  • ARENA
  • Sincere (Nara)
  • AKSELIO (TERSEDIA DI KARYAKARSA)

Kanaya Elvaretta Maheswari tampak bahagia dengan pacarnya, Raynand Atharazka Wiratama gitaris berbakat sekaligus anak band yang dingin di depan semua orang, tapi selalu hangat untuknya. Namun, di balik senyumnya, Kanaya masih menyimpan bayangan dari masa lalu. Elvano Nathanael Wiranatha, cinta pertamanya yang kini hanya menyisakan kenangan pahit. Kecelakaan yang menimpa mereka di masa lalu menghancurkan Nathan dalam banyak cara membuatnya kehilangan senyum, menjauhi dunia, dan memendam luka yang tak pernah ia tunjukkan. Kini, Nathan bukan hanya seorang mahasiswa jurnalistik yang bekerja sambil kuliah, tetapi juga pria yang berusaha bertahan di tengah kepingan dirinya yang telah hancur. Saat Kanaya, Raynand, dan Nathan kembali bertemu dalam satu panggung kehidupan, kenangan lama yang telah dikubur perlahan muncul kembali. Kanaya berusaha meyakinkan diri bahwa Ray adalah pilihannya, tapi mengapa setiap kali melihat Nathan, hatinya masih terasa sesak? Ray, yang menyadari kegelisahan Kanaya, mulai mempertanyakan tempatnya dalam hati gadis itu. Apakah ia hanya pelarian? Ataukah ia cukup kuat untuk menahan Kanaya tetap di sisinya? Di sisi lain, Nathan berusaha menjauh, tapi tak bisa membohongi dirinya sendiri bahwa Kanaya tetap menjadi satu-satunya cahaya dalam dunianya yang gelap. Di antara melodi yang mengiringi kisah mereka, lensa kamera yang mengabadikan setiap perasaan, serta kata-kata yang tak pernah terucap, siapa yang benar-benar akan bertahan, dan siapa yang harus merelakan? Tema : Cinta pertama vs cinta yang sekarang, healing, kehilangan, musik, dan fotografi

More details
WpActionLinkContent Guidelines