ORPHIC
  • WpView
    Reads 1,948
  • WpVote
    Votes 139
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, May 17, 2024
Orphic. Or some people know it as 'puzzels' Itulah yang tengah dilakukan Nuryman Hanum Zaidan. Dia datang kat tempat ni tu pecahkan teka teki sebab kenapa abang dia boleh mati kene bunuh. "I'm goin to missed ya kiddo, see you again" ucap Azam sembari mengelus lembut puncak kepala adik dia yang tertutup kain hijab. Dah 3 tahun diorang tak berjumpa, tapi apa yg dia dapat? Tetiba ada surat kabar datang mengatakan yang abang dia mati kene bunuh. How nonesense is that??? "Kenapa? Kenapa awak tinggalkan saya macam umi ngan abah?" Azaamni Thufail Zaidan. Kau tau sendiri kan sebesar apa kepala adik kau ni? Entah kene butuh berapa lama sekalipun. Dia akan tuntaskan kasus kau hingga kat akar - akarnya sampai dia tau siapa yang dah buat semua ni kat kau. Selama misi tentang kasus pembunuhan ni berlangsung dia jumpa banyak hal yang tak pernah dia sangka abang dia buat. "Aku tanya kau sekali lagi. Mana. Kau. Dapat. Bende ni?!!" Bentak lelaki tu. Amarah yang muncul kat mata dia tu, rasa macam dia kenal dekat ngan pemilik bende ni. "Sebab itu milik abang saya!" Semakin dia gali semakin banyak rahasia yang terbongkarkan. Abang Az. Sebetulnya apa yang awak sembunyikan dari Iman selama ni? NO PLAGIAT ALRIGHT
All Rights Reserved
#35
alicia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Misi Pelengkap (Tiga)
  • Moon Without Light [TERBIT]
  • Teman Lama (Empat)
  • Langit Yang Merenggut Cinta
  • A Promise Written in Blood -Just_azrey629
  • "THE KING"_(ongoing)
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • Ejen Ali Misi: Academy life
  • [C] Dia Penyelamatku Season 2 [RULI]✅
  • BLACKWOLF

~ini lanjutan cerita ~MISI GABUNGAN sepulang sekolah Zahra mendapat panggilan yang mengharuskan dia menghadiri ekskul stem yang dia sebenarnya tidak mau pergi kesana. Tapi berbeda dengan Yusuf dan Rahman yang tidak banyak protes dan tetap mendatangi ruang ekskul stem. "Arggh, aku padahal udah bilang gak mau ikut loh" omel Zahra sepanjang jalan "Dah tu, kita coba je la, kalau tak seronok baru berhenti" ucap Rahman "Koleksi stem, jelas la tak seronok, ape la kau ni Rahman" ucap Yusuf "Mana sih ruangannya?" Marah Zahra karena sudah lelah berjalan "Haa tu, bilik stem" ucap Yusuf Mereka bertiga berjalan dan masuk kedalam ruangan tersebut, betapa terkejutnya mereka saat melihat ruangan yang ternyata adalah sebuah gudang. "Ooh, salah masuk kita ni" komentar Rahman Mereka berbalik keluar tapi terkejut saat melihat cikgu bidin didepan pintu. "HWAAA, cikgu bidin. Jangan ngagetin dong" marah Zahra "Korang dah sampai, ambil satu-satu, habistu letak Kat sini" ucap cikgu bidin Mereka bertiga menurut dan setelah meletakkan Stam ke buku tiba-tiba muncul pintu rahasia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines