HOTELIER-by eSHa

HOTELIER-by eSHa

  • WpView
    Odsłon 14
  • WpVote
    Głosy 2
  • WpPart
    Części 2
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja sob., sie 13, 2022
WpInfo
Literatura Faktu
Gedung-gedung bertingkat bernama Hotel yang menjulang tinggi mengelilingi kota Bandung, kini menjadi salah satu daya tarik utama sektor pariwisata di Ibu Kota Jawa Barat itu.Berdasarkan data dinas kebudayaan dan pariwisata, di kota kembang ini lebih dari 50 hotel berbintang berjejer dan bersaing begitu ketatnya dalam segala aspek. Bersamaan dengan itu, ada sebuah profesi yang masih sering kali disalah pahami oleh masyarakat awam, adalah HOTELIER.Asumsi mereka bisa traveling sampai ke negeri antah berantah yang mereka ciptakan sendiri saat mendengar seseorang mengatakan 'aku kerja di hotel'. Mereka mungkin tidak pernah tahu bahwa profesi yang seolah menjadi gaya hidup dan pencapaian dengan kenyamanan tersendiri ini juga perlu pendidikan perhotelan yang cukup menguras rupiah, menguras energi, otak dan butuh kesungguhan yang presisten. Di setiap kota, dasar kehidupan hotelier mungkin saja sama, tapi mereka tentu memliki gaya yang berbeda.Dan ini adalah gaya hotelier parahyangan.
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Titik Temu
  • Win-Win Solution
  • LANGIT, BINTANG, DAN ALAM SEMESTA[TERBIT✅]
  • kehidupan hoki bapak kost muda
  • The Kai Story
  • A Private Wife [TAMAT]
  • Janji Setia Berbalut Tradisi (GreSean)
  • Kosan Milenial

Bandung, kota penuh angin dan obrolan receh. Di tengah padatnya tugas kuliah, deadline organisasi, dan drama anak kos, dua mahasiswa dari dua dunia ketemu dalam keadaan... aneh. Raka, anak Sunda asli, jurusan seni rupa, lowkey introvert, ngopi pake gelas enamel, hidupnya kayak poster filosofi hidup minimalis. Nisya, cewek Jakarta nyasar, jurusan ilmu komunikasi, tukang story tiap dua menit, ngomong cepet, ketawa ngakak, dan gak ngerti kenapa "punten" itu bisa bikin orang senyum. Pertemuan mereka random banget: dari rebutan colokan di co-working space, sampe jadi partner kerja bareng untuk proyek kampus yang absurd. Dari nyebelin, jadi saling ngakak. Dari debat, jadi deket. Tapi di balik tawa dan lelucon, ada hal-hal yang belum kelar dari masa lalu. Dan ternyata, titik temu gak selalu berarti kita berhenti di tempat yang sama. Kadang, cuma buat ngerti: kenapa kita butuh ketemu.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści