Tentang Luka

Tentang Luka

  • WpView
    Reads 247
  • WpVote
    Votes 131
  • WpPart
    Parts 23
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 25, 2023
Meliani putri adalah seorang gadis yang cantik, memiliki kulit agak putih tapi ga putih banget, tinggi, cuek tapi kalo sama orang yang udah akrab bakal jauh lebih bobrok, sering disakitin sama cowok, memiliki senyum yang manis sampe gula aja kalah wk. Meli memiliki dua sahabat yaitu Naziana maulidia dan Fitri anggraeni. Mereka dekat dari awal masuk sekolah SMK. Meli juga memiliki satu someone yang awalnya dibikin yakin kalo dia gabakal disakitin lagi eh nyatanya sama. Yaitu Irfan maulana, dia adalah tipikal cowok yang ganteng, pendiem, maluan, putih, glowing, cowok yang sering di idam"kan oleh para kaum hawa, tapi sayang dia buaya. Meli dan Irfan bertemu karena mereka PKL di tempat yang sama dan tak sengaja mereka memiliki rasa yang sama tapi itu boong karena cuma boong dan Meli cuma dijadiin bahan mainan oleh Irfan. "Jujur fan lo beneran syang ga sama gw waktu itu?" tanya Meli. "Sebenernya gw cuma jadiin lo bahan taruhan Mel sama temen² gw, gw jahat ya" ucap Irfan. "ouh, cukup tau si iya gapapa sans" jawab Meli sembari menahan tangis yang akan keluar. "tapi gw beneran syang Mel, sejak awal juga gw emang suka sama lo" jawab Irfan.
All Rights Reserved
#4
disakitin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Gamang
  • Sweet Combat
  • ON SIGHT (Completed)
  • How to be Your Friend
  • LOVE STORY QIANARRA
  • Arunika
  • Aku yang Ada Di Antara Kalian (Sudah Revisi)
  • ALGARES [Hiatus]
  • Protective Brother
Gamang

"Jangan suka sama gue" Hening mengambang diantara kami berdua, membuat suasana semakin terasa menyesakan. "Maksud lo?" "Jangan suka sama gue Ris" "Lo temen gue, lo bahkan yang bikin gue berhasil dapetin cewe yang gue mau dari dulu. Jangan ngehancurin itu semua Ris. Tolong" Aku tergagap di tempat, bingung harus bereaksi apa. Tapi rasa panas di pelupuk mata tak bisa aku abaikan begitu saja. Sakit rasanya mendengar kata yang selalu aku bisikan di setiap hari nya. Harus aku dengar dari dia yang menjadi penyebab nya. Aku menarik nafas panjang, dan menghembuskan nya perlahan. Mencoba menghilangkan sesak yang seolah membakar. "Iya, lo tenang aja. Gue-" kembali, aku menarik nafas dan menghembuskan nya pelan "Gue gak akan ganggu hubungan kalian. Gue sadar, tugas gue cukup sampai bikin kalian jadian. Lo temen gue, Keira sahabat gue. Gue faham Lang. Maaf kalo perasaan gue bikin lo gak tenang" Kalimat itu aku ucapkan dengan lugas. Tak ada ragu dan seolah memang itu yang aku mau. Tapi tidak, tidak dengan keadaan hati ku yang terasa sendu. Sejak awal, harusnya mereka yang menjadi pemeran utama. Ilalang dan Keira. Di pertemukan untuk bersama. Bukan dengan ku, tokoh sampingan yang seharusnya tau batasan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines