Pisang Tanduk Terakhir

Pisang Tanduk Terakhir

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Jun 27, 2022
WpInfo
Fiction
Fantasy
Terinspirasi dari lagu "Halu" Feby Langit menghitam, awan kelabu mengeluarkan air dan turun membasahi diriku dan para manusia berpakaian hitam di tanah yang penuh dengan rumah peristirahatan terakhir. Burung putih dengan paruh kuningnya ikut menyaksikan kotak putih itu terkubur ke dalam tanah. Hanya air mata yang menyatu dengan tetes air hujan, menghiasi wajahku yang gelap. Tepukan di pundak disertai kata-kata sabar mengalun indah di telingaku. Tak lama pandangan mataku mengaburkan karena air hujan yang turun deras menimpa wajahku, sesaat keheningan memeluku dan kian lama kegelapan memenuhi mataku. Aku hanya bisa berdoa pada Tuhan, tolong biarkan aku hidup didalam kenangan indah selamanya.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Warisan Gandari
  • Para Bajingan Dan Perempuan Gila [END]
  • Larasati- Napas Dari Masa Lalu
  • Terjebak di Pasar Anjaya Bawakaraeng
  • Asphodel ✓
  • Setangkai Aster untuk Esther
  • Bayangan di Balik Sekolah
  • Aku, Kamu dan Hujan
  • Hantu Naci Piuu! [END]
  • WARISAN

"Tidak semua warisan bisa diwariskan dengan damai. Ada yang harus ditanam. Dalam. Dan dikubur. Tapi apa jadinya jika tanah tempat menguburnya justru menganga kembali?" Setelah bertahun-tahun meninggalkan kampung halamannya di dusun terpencil Sekarputih, Gandari Ayu Prameswari kembali untuk menghadiri pemakaman ibunya, Bu Ranupatma, yang meninggal secara misterius - tergantung di pohon kamboja dengan tubuh dililit kain kafan sobek, seperti bekas ritual gagal. Di mata warga, Bu Ranupatma adalah perempuan aneh. Dituduh membawa kutukan dan menjadi penyebab paceklik berkepanjangan. Tapi bagi Gandari, ibunya adalah sosok penuh rahasia, selalu menyembunyikan hal-hal ganjil yang terjadi di rumah. Kini, setelah kembali, Gandari mulai menyadari bahwa ada yang tak beres di desanya: suara-suara yang memanggil dari sumur tua, bayangan yang menari di balik dinding rumah, dan mimpi-mimpi yang selalu diakhiri dengan suara tangisan dari dalam tanah. Hingga sebuah kebenaran terbuka - Gandari ternyata mewarisi kekuatan gaib yang telah mengalir di darah keluarganya selama ratusan tahun. Ia bukan hanya anak dari Bu Ranupatma, tapi penerus terakhir penjaga gerbang antara dunia manusia dan dunia arwah. Sayangnya, kekuatan itu tidak hanya membangkitkan harapan... tetapi juga membangunkan sesuatu yang sudah lama terkubur - Banyu Abang, entitas jahat yang dulu disegel oleh leluhurnya, kini bangkit perlahan, mengincar tubuh Gandari sebagai wadah baru. Dibantu oleh Mbah Darmi, penjaga tua yang dulu berselisih dengan Bu Ranupatma, dan Tari, sahabat masa kecil yang menyimpan rasa bersalah, Gandari harus menghadapi warisan yang tidak pernah ia minta. Satu demi satu, warga desa menghilang. Malam makin panjang. Gerbang di tengah hutan mulai terbuka. Dan rahasia keluarganya... ternyata bukan tentang penyelamatan. Tapi pengorbanan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines