Heart Break Girl [On Going]

Heart Break Girl [On Going]

  • WpView
    LETTURE 11
  • WpVote
    Voti 0
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione dom, set 4, 2022
"Belum pulang? bareng sama saya, mau?" "Nggak akan bisa" "Loh? Rumah kamu dimana?" "Gak ada" Pria dewasa yang tadi sempat berfikir kini tersenyum, meski terbit di ujung bibirnya saja. "Let me be your Home, Fadilah." "Jangan, saingan bapak udah nggak bisa tergantikan." "Ah, kamu punya orang spesial yang bukan rumah?" "Bukan." "Kamu friendzone?" "Bukan juga" "beri tau saya." "saingan bapak bukan lagi tentang kehadiran seseorang, tapi kenyamanan saya sama diri sendiri. kalaupun bapak mau masuk, bukannya bapak harus lebih menyenangkan dari yang saya lakukan untuk diri saya?." "Kesempatan, saya perlu itu." "Boleh, bapak yang semangat ya!" "Kamu cukup diam, saya yang maju." "Bapak jangan maju mundur ya?." "Sometimes, harus boleh ya?"
Tutti i diritti riservati
#35
break
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • Perihal Sandwich(End)
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • My Lover 'Jeno x You' (End) ✓
  • GEVRONZ
  • Arkan & Bandung
  • Jejak Yang Tak Terhapus (Mark Lee)
  • Our Juvenile : MANGUN KARSA
  • Meikarta (END)
  • Ghost And Love || Park Jisung and Ningning aespa

Tidak ada yang mau memiliki adik sebanyak Mas Malik. Apalagi di zaman modern serba uang. Rasanya untuk membiayai hidup sendiri saja sudah sulit. Namun, bagi Mas Malik ke-enam adiknya adalah anugerah besar dalam hidupnya. Kami tujuh bersaudara dari umur dan sifat yang berbeda-beda. Kami memiliki julukan piatu geng, karena ibu sudah meninggal sejak Jafar baru dilahirkan. Gak tahu kenapa Abah sangat betah menduda. Abah bilang ibu itu seperti perampok handal yang bisa merampok semua hati Abah tidak tersisa. Kata Abah, dia terlalu takut untuk membuka hati lagi. Takut kalau ternyata gak bisa kasih ruang beserta isinya untuk si perampok baru. -Mas Malik- "Generasi Sandwich itu apa, sih, Bang?" "Kayak kita gini, saudaranya banyak." "Kata temen aku, jadi generasi Sandwich itu gak enak ya, Bang?" "Banyak anak, banyak kepala, banyak sifat, banyak kebutuhan." "Intinya jadi generasi Sandwich itu harus banyak uang, sih, biar tetep akur." "Jaf, sandwich kita ini beda dari yang lain, ini lebih spesial. Spesial bukan karena pake keju sama telor, tapi karena di dalamnya ada Abah, Mas Malik, Bang Eja, Janu, Jerry, Cahyo, sama kamu!" Bukannya memang tidak ada persahabatan yang lebih indah selain dengan saudara sendiri? Walaupun siang malam bisa berubah jadi Roro Jonggrang, tapi tetap saja mereka saling sayang seperti Upin Ipin. Masih pemula Bahasa baku, non baku Maaf kalau banyak typo 🚫Masih amburadul, tidak cocok untuk diikuti🚫 Salam Hangat Mentai👋

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti