Hatiku Ingin Bicara

Hatiku Ingin Bicara

  • WpView
    GELESEN 3
  • WpVote
    Stimmen 1
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Mo., Juni 27, 2022
Berisi tulisan-tulisan acak tentang hatiku. Isi hatiku ingin aku keluarkan semua. Aku ingin hidup ringan. Aku merasa hatiku membawa beban yang sangat berat. Beban yang telah dilalui dari hubungan keluarga, asmara, pembullyan, hingga impian yang sudah dirancang dengan baik-baik harus berhenti sejenak. Memilih keputusan yang ternyata membuat perasaan ini lebih senang menyindiri. Tidak seperti dulu. Aku yang dulu ceria dan bawel. Namun, semua berubah dengan perjalanan melawan diriku dan semesta. Aku belum bisa mengerti dengan semesta. Aku sudah sejujur-jujurnya mengungkapkan isi hati. Yang dibalas malah hadangan dan tekanan. Aku harus bagaimana menghadapi itu. Jadi, tulisan ini adalah alasanku membuang beban-beban yang dipendam agar keluar. Aku ingin juga merasakan kebahagiaan orang-orang yang beruntung. Penuh dengan kebahagiaan tanpa proses sepertiku. Pernah aku menyangka pada langit kenapa kamu memilihku? Jawaban yang aku terima ialah kenapa tidak? Aku tersadar pasti proses pendewasaan aku dapat. Pokoknya begitulah ini masih dalam proses pendewasaan. Proses pendewasaan itu juga akan tulisan di Wattpad kali ini.
Alle Rechte vorbehalten
#565
nyata
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Kamu 너는 -- Kenangan Tentang Luka Dan Cinta
  • GARIS TAKDIR
  • Seharusnya Kita Tidak Menyerah
  • ARKAVERA
  • Still The Same
  • Stop It, Darka! [END]
  • 𝓐𝓷𝓽𝓪𝓰𝓸𝓷𝓲𝓼 𝓕𝓪𝓶𝓲𝓵𝔂
  • DENTING  [Revisi]

[Proses Revisi] Ntah apa yang menurut semesta ini lebih menyakitkan dibandingkan orang tua yang berkeji hati pada sang buah hati. Segala sarwa kehidupan menjadi saksi kepahitan. Ntah sejuta nestapa lara yang terpendam, terkubur jauh lebih dalam, terbendung nyata dalam atma yang telah layu. Menyisakan duka yang terlampau sendu. Aku terlalu rapuh, untuk segala hal yang telah lalu. Ntahlah agaknya, aku terlalu sungguh, menginginkan kasihmu yang tak lagi utuh. Aku adalah aksara yang tak bermakna, sedangkan engkau fatamorgana yang kupaksa jadi nyata. Segala hal tentang keabadian fana adanya. Ini bukanlah perihal asmaraloka, ini perihal sebuah jiwa yang tak lagi utuh, yang selalu jatuh, yang terlihat tangguh namun sangatlah rapuh. Sebuah jiwa yang kehadirannya tak pernah lagi tersentuh oleh tangan-tangan halus, yang dirindukan dari seorang ayah. "Ayah tak mencintaiku..tapi aku mencintainya. Sampai kapanpun akan terus mencintainya." "Tuhan mengapa hidup di dunia begitu melelahkan?" "Sunoo lelah, bolehkah Sunoo menyerah?" "Mengapa dunia begitu kejam padaku?" "Tuhan, aku lelah terus berpura-pura bahagia" "Aku sudah terbiasa kehilangan.. tetapi mengapa rasa sakit selalu datang saat aku kembali merasakan kehilangan?" "KENAPA HARUS AKU YANG MERASAKAN INI SEMUA?!" (Baru revisi bagian awal. Sisanya belum. Kalo ada kekurangan mohon maaf, bagian awal mungkin kurang seru, tapi coba baca sampe akhir, dijamin seru! Kalau kata orang sih gitu... Hehehehehe) Cover by : ZaAera20 Multi language Ada bahasa kasar sedikit Narasi : baku Dialog : non baku Mengandung kekerasan⚠️ Terdapat unsur bullying ⚠️ Start : 23 Februari 2021 End : 28 Agustus 2021 Cerita ini murni ide author, jika menemukan kesamaan cerita, itu hanya sebuah kebetulan Dilarang keras mengcopy cerita Zera!⚠️ Cerita Zera diperuntukkan untuk di baca.. bukan di copy atau di plagiat

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien