Story cover for BACKSTREET  by d7dcy0
BACKSTREET
  • WpView
    LECTURES 235,842
  • WpVote
    Votes 7,592
  • WpPart
    Chapitres 61
  • WpView
    LECTURES 235,842
  • WpVote
    Votes 7,592
  • WpPart
    Chapitres 61
Terminé, Publié initialement juin 27, 2022
Contenu pour adultes
"Terus kamu mau kita terus terusan backstreet? Mau sampai kapan, Au?"

"Sampai waktu yang tepat itu datang." jawab Aurora.

"Waktu yang tepat itu ngga akan ada untuk hubungan kita yang dari awal udah salah." jawab Tiger yang membuat Aurora refleks menyerngitkan dahinya.

"Terus? Dengan apa yang kakak lakuin tadi, apa membuat hubungan kita jadi di terima? Ngga kan? Justru bikin hubungan kita di ujung jurang! Akhirnya kita di suruh putus kak, itu yang kakak mau?"

Tiger menggelengkan kepalanya. "Dan kamu pikir, kakak mau mutusin kamu gitu aja? Meskipun kita saudara tiri, bukan berarti kita ngga bisa bersama."
Attribution Creative Commons (CC)
Table des matières
Inscrivez-vous pour ajouter BACKSTREET à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Sebuah Titik : SAGARA, écrit par AtifLutfi
7 chapitres Terminé Contenu pour adultes
"Iya aku maafin",Ucap Rita. Tapi gw masih belum yakin kalau dia beneran maafin setelah apa yang gw ceritain tentang kenyataan yang sebenarnya antara gw sama Eci, perasaan gw saat itu ga karuan, bingung karena ga tau harus gimana biar yakin kalau dia beneran udah maafin gw, takut, karena apa hubungan gw sama dia bakalan berakhir karena sebuah kejujuran yang gw katakan, gw hanya bisa terdiam dan sesekali melihat raut wajahnya buat meyakinkan apakah dia terlihat marah ataupun sebaliknya. " Aku beneran minta maaf, jujur aku udah nyaman sama kamu, karena itulah aku cerita yang sebenarnya, kalau setelah ini kamu menjauh dan kita ga ketemu lagi, aku cuman bisa pasrah dan terima karena ini salah aku" ucapku sambil menghampiri rita yang masih duduk di meja riasnya. Untuk meyakinkan lagi, gw pun meminta maaf untuk kesekian kalinya sambil sedikit membungkuk, namun tiba-tiba dia menarik wajahku dan mencium bibirku lalu berkata : " Kamu tau kan aku tinggal dimana?" " Dan kamu tau kan nyari aku kemana?" Ucap Rita, sembil beranjak dari tempat duduknya lalu menarik tanganku isyarat bahwa dia sudah siap untuk melanjutkan rencana kita jalan berdua. Kita pun memutuskan untuk makan di sebuah cafe di daerah jalan Riau, aku pun sesekali memperhatikan wajahnya dan terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Pikir gw, mungkin dia hanya mencoba menjaga suana dan bakalan ninggalin gw setelah malam ini berakhir. waktu udah lewat jam 11 malam, akhirnya kita berdua memutuskan untuk pulang. " Bu eci gimana?" tanya rita sesaat setelah masuk ke dalam sebuah taksi yang akan mengantarkan kita berdua pulang, " Maksudnya?" jawab gw, " Kamu sama Bu eci bisnis bareng dari nol sampe punya hubungan, dan sekarang kamu jalan sama aku, apa dia bakalan terima?" tanya rita sambil memainkan hp nya. gw cuman bisa terdiam karena gw pun ga tau apa yang akan terjadi setelah ini.
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Sebuah Titik : SAGARA cover
Boy Friend(?) cover
Baby Lele (On Going) cover
confused love  cover
I like your fangs, Ilay! cover
Raiganta (Terbit)  cover
Ganesha 2 [END] cover
DRYSTAN (End) cover
Kumpulan Novelet Romansa (one shoot) cover
CLOSER cover

Sebuah Titik : SAGARA

7 chapitres Terminé Contenu pour adultes

"Iya aku maafin",Ucap Rita. Tapi gw masih belum yakin kalau dia beneran maafin setelah apa yang gw ceritain tentang kenyataan yang sebenarnya antara gw sama Eci, perasaan gw saat itu ga karuan, bingung karena ga tau harus gimana biar yakin kalau dia beneran udah maafin gw, takut, karena apa hubungan gw sama dia bakalan berakhir karena sebuah kejujuran yang gw katakan, gw hanya bisa terdiam dan sesekali melihat raut wajahnya buat meyakinkan apakah dia terlihat marah ataupun sebaliknya. " Aku beneran minta maaf, jujur aku udah nyaman sama kamu, karena itulah aku cerita yang sebenarnya, kalau setelah ini kamu menjauh dan kita ga ketemu lagi, aku cuman bisa pasrah dan terima karena ini salah aku" ucapku sambil menghampiri rita yang masih duduk di meja riasnya. Untuk meyakinkan lagi, gw pun meminta maaf untuk kesekian kalinya sambil sedikit membungkuk, namun tiba-tiba dia menarik wajahku dan mencium bibirku lalu berkata : " Kamu tau kan aku tinggal dimana?" " Dan kamu tau kan nyari aku kemana?" Ucap Rita, sembil beranjak dari tempat duduknya lalu menarik tanganku isyarat bahwa dia sudah siap untuk melanjutkan rencana kita jalan berdua. Kita pun memutuskan untuk makan di sebuah cafe di daerah jalan Riau, aku pun sesekali memperhatikan wajahnya dan terlihat seperti tidak terjadi apa-apa. Pikir gw, mungkin dia hanya mencoba menjaga suana dan bakalan ninggalin gw setelah malam ini berakhir. waktu udah lewat jam 11 malam, akhirnya kita berdua memutuskan untuk pulang. " Bu eci gimana?" tanya rita sesaat setelah masuk ke dalam sebuah taksi yang akan mengantarkan kita berdua pulang, " Maksudnya?" jawab gw, " Kamu sama Bu eci bisnis bareng dari nol sampe punya hubungan, dan sekarang kamu jalan sama aku, apa dia bakalan terima?" tanya rita sambil memainkan hp nya. gw cuman bisa terdiam karena gw pun ga tau apa yang akan terjadi setelah ini.