You're the SOURCE MY HAPPIness (On Going)

You're the SOURCE MY HAPPIness (On Going)

  • WpView
    Leituras 501
  • WpVote
    Votos 232
  • WpPart
    Capítulos 9
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, ago 4, 2022
[SEBELUM BACA FOLLOW YAP KOMEN DAN VOTE SEBANYAK"NYA🙌] Berawal dari kehidupan keluarga yang biasa saja sederhana sampai ketika sang ayah memutuskan untuk meninggalkan Bunda Karena Hawa Nafsunya Kekecewaan kedua wanita ini membuat pertengkaran yang besar dirumah itu "DASAR BUAYA DARAT PERGI SEKARANG!" Setelah kepergian ayah yang tak pernah terlihat kembali ujung hidungnya bunda menyusul ayah untuk selamanya dijemput oleh Tuhan "Bunda jangan gitu bunda kan harus sembuh biar bisa ketawa bareng kaylee lagi" Kehilangan seseorang yang paling penting membuat sang wanita ini cukup terpukul atas kepergiannya. Sendiri menangis disetiap malamnya,terkadang membayang²kan raut wajahnya "BUNDA" Tak disangka ada yang membuat ia terbangkit dari masa kelamnya dulu yang diliputi kekecewaan sedih rindu benci bercampur aduk. Berusaha untuk menerima semuanya sendiri Apakah kaylee kuat menghadapi semuanya dan tercapai kah impiannya? Kaylee sang wanita yang imut,cantik,cengeng,jutek,nyebelin Dipertemukan dengan laki² yang baik hati,lucu, pengertian 💗 [°^ABAIKAN KATA² YANG KASAR^°] Penasan kelanjutannya ayo langsung baca aja jangan Komen + Vote yah😍 ***
Todos os Direitos Reservados
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Memories in Moon
  • Jeya✔️
  • DEPRESSION
  • DESPERATE (COMPLETED) ✔
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • BULAN (END)
  • [ √  ] AMERTA ¦ Ft Huang Renjun
  • AILY DAILY
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • Full Of Scratches

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo