KUMPULAN PUISI RASA CAPPUCINO

KUMPULAN PUISI RASA CAPPUCINO

  • WpView
    LECTURES 1,641
  • WpVote
    Votes 208
  • WpPart
    Chapitres 43
WpMetadataReadContenu pour adultesEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., juil. 6, 2022
WpInfo
Poésie
Akankah terasa hangat? Kupejamkan mata lalu kutulikan telinga Kuberi sujudku yang paling tulus Dengan niat paling sungguh Masuk dalam ruang jiwa paling sepi Melantunkan sebaris harapan hati pada sebatang penantian yang tetap hijau Dalam himpitan batu khawatir dan hama ragu Di sisi tanah paling ujung tebing luka Lalu kuraih asa yang teramat ingin Basahi tanah hati yang kering dan tandus Oleh panasnya api penyesalan Yang membakar rimbun harapan Dari benih cinta yang tumbuh subur Disirami air mata kasih yang murni Akankah hatiku hangat kala musim semi datang ? Atau malah menjadi begitu dingin dan rapuh, Akibat hantaman musim pilu yang berkepanjangan
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • • EUTANASIA •
  • [2] Asa dalam Rasa | ✔
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Jodoh Pilihanmu, "Dia Yang Terbaik" (TAMAT)
  • LANGIT YANG TAK PERNAH PULANG
  • Sunyi Hati Hampa Semesta
  • Renjana

" Saat kau membuka mata ingatlah jejak-jejak ini " Sepetik kisah cinta mawar merah bersama ombaknya Di kota balikpapan,kota tua yang menjadi tempat bertemunya sepasang insan yang sama-sama memiliki trauma akan cinta yang tulus. Mereka membuat lembaran kisah cinta baru yang malah menjadi cinta dengan lumuran darah di dalamnya. Mengobarkan beberapa sukma yang harusnya bahagia menjalani kehidupan tua bersama sang kasih. " -Kemarin kau masih memeluk hangat cintaku Hari ini kau peluk cinta Kau hempaskan hati ini kembali Kau bantai hidupku kembali Dulu Saat kau layu Ku siram dengan sejuknya airmata Saat kau dingin Ku peluk dalam hangat cintaku Saat sepi sendiri Kutemani hari hari sepimu Kau bercerita tentang kepedihan hati Kau menjerit kecewa pada orang yg selalu menyakiti hatimu dan membuat bathinmu menderita sampai hari ini Tapi mengapa Kaupun tega menyakiti hatiku Walau kau tau aku tak pernah sedikitpun menyakiti hatimu Bahkan Aku selalu mengharapkanmu datang Kembali Walau akhirnya kau tak kembali untukku Kau kembali di saat layu Tetap ku peluk dirimu Dalam deritaku- " " Bukan kamu saja Tuhan membuat semua orang di dalam sini sakit "

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu