Mémoire: Décalage Vers Le Bleu

Mémoire: Décalage Vers Le Bleu

  • WpView
    Reads 62
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadComplete Fri, Jul 29, 2022
Seseorang bisa mengatakan apapun, lalu itu akan jadi kebenaran. Ini bukan cerita fiksi ... -atau mungkin memang ini cerita fiksi. Kebenaran sebagai satu keutuhan dari benar dan salah ... -atau terdiri dari tingkat, semua itu benar. Namun itu terbatas hingga dunia ide. "Jika seseorang melihat pohon lalu berjalan mendekatinya, penampakan pohon pada orang tersebut akan berubah, namun pohon tetap hanya satu." Perspektif yang tercipta adalah berbagai macam karena setiap orang melihat pohon berbeda. Hasilnya adalah perselisihan di antaranya. Sedangkan kebenaran yang satu ini, atau yang mereka sebut "objektifitas", idealnya memiliki sesuatu yang meniadakan bermacam perspektif yang ada, menyatukannya. Nilai seperti jarak dan sudut orang ke pohon hilang, hanya satu yang tersisa: "perspektif yang sesungguhnya"("pandangan dari nihil tempat", "konsepsi absolut"). Perspektif yang baru ini membuat segala perselisihan yang mungkin timbul tadi menghilang. Semua perspektif menjadi seirama mengikuti acuan "perspektif sesungguhnya" ini. Bagaimana jika semua yang tadi dibalik. Karena pada akhirnya yang tadi hanya sebuah ideal; sudah terlanjur untuk tidak tercebur, sekalian saja menyelam. Seseorang bisa berkata apapun, namun tidak akan pernah jadi kebenaran. Ini tidaklah diantara fiksi atau non-fiksi. Tidak ada cara untuk mengkonsepkan kebenaran. "Seseorang melihat kearah pohon dengan tubuh berbalik arah. Tidak akan ada perubahan penampakan, karena tidak ada penampakan pohon sama sekali." Disini tidak ada perselisihan yang tercipta.
All Rights Reserved
#2
teologi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LUMEN: Awal Perjalanan Takdir
  • Rahasia Boboiboy Gempa
  • °•○ RENJANA ○•° {On Going}
  • Syal Merah
  • Whisper Of Destiny
  • Learning in Progress (Boboiboy x Yaya)
  • Protection
  • Jodoh Gak Akan Kemana || un1ty  [END]
  • Paralaks: Refleksi dari Keabadian
  • Re-Define

Dalam dunia yang dipenuhi dengan bayang-bayang dan misteri, dua saudara kembar, Fyra dan Kahfi, terjebak dalam perjalanan penemuan jati diri yang penuh liku. Dibesarkan dalam keluarga yang memiliki harapan besar, mereka berdua menghadapi tekanan untuk menjadi yang terbaik, namun jalan hidup mereka membawa mereka ke arah yang berbeda. Fyra, dengan semangat dan keyakinan, berjuang untuk memenuhi ekspektasi orang tuanya, sementara Kahfi, yang lebih introspektif, merasa terasing dalam bayang-bayang saudara perempuannya. Ketika sebuah peristiwa tragis mengguncang kehidupan mereka, hubungan mereka diuji, dan masing-masing terpaksa harus memilih jalan yang berbeda: satu menuju cahaya dan harapan, sementara yang lain terperangkap dalam kegelapan dan keraguan. Bergulir di antara tema keluarga, kepercayaan, dan pencarian spiritual, "Lumen" mengeksplorasi bagaimana cahaya bisa membimbing kita di saat-saat tergelap dan betapa pentingnya menemukan jati diri kita. Apakah mereka bisa menemukan jalan kembali satu sama lain? Atau akankah mereka terpisah selamanya dalam pencarian masing-masing? Gabungkan elemen drama, konflik emosional, dan nuansa religius dalam perjalanan yang menggugah hati ini. Temukan jawaban dalam cahaya yang bersinar terang, di mana setiap pilihan dapat mengubah segalanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines