Mendung di batas Senja

Mendung di batas Senja

  • WpView
    LECTURES 1,722
  • WpVote
    Votes 226
  • WpPart
    Chapitres 7
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., oct. 7, 2025
Nungki Maharani, 30, dokter muda yang baru saja menyelesaikan spesialisasi kesehatan anak, harus merasakan pahitnya pernikahan ketika tanpa sengaja ia melihat suaminya main hati didepan kedua matanya. Pilihannya bertahan atau berpisah. Gilang Hendrawan, 35, memilih single untuk alasan yang tidak jelas, meskipun adik perempuannya sudah menikah. orang jawa bilang karena 'dilangkahi' adiknya, sehingga ia tidak bisa segera menikah. memilih untuk berhenti bekerja di ibu kota, dan meneruskan usaha bisnis pertanian milik keluarga. #catatan penulis : cerita ini hanya fiktif belaka, profesi hanya sekedar pemanis, karena penulis bangga dengan profesi dibidang jasa seperti guru dan dokter. karena itu adalah cita cita penulis yg tidak kesampaian. jadi penulis tuangkan dalam setiap cerita. untuk istilah medis, penulis benar benar tidak paham dan sekali lagi profesi disini hanya pemanis cerita.
Tous Droits Réservés
#685
jawa
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • [BL End]I am Married to a Mute
  • Mamah muda 2-3 Delchik
  • HOME
  • RAICA |NIKAH MUDA|
  • Yang kuinginkan, tapi bukan yang kubutuhkan
  • Dancing In The Wound
  • Padam Nelangsa
  • Crazy, But She's Mine(21+)

"Yang nggak pernah benar-benar selesai, justru yang paling susah dilupakan." - Nayyara Tujuh tahun. Itu waktu yang Nayyara habiskan untuk mencoba sembuh-dari luka yang bahkan tak sempat diberi penutup. Luka yang diam-diam ia bawa sejak bangku kuliah kedokteran, hingga kini menyandang gelar spesialis. Luka bernama Adrian Baskara-mantan yang pergi tanpa kata, tanpa perpisahan. Hanya hilang. Begitu saja. Sialnya ketika ia merasa telah pulih, semesta mengajak bercanda. Sebuah mutasi mendadak menjatuhkannya dari puncak karier di rumah sakit elit Jakarta ke pelosok desa di Jawa Tengah. Desa asing yang lebih percaya ramuan dukun ketimbang resep dokter, lebih patuh pada mitos ketimbang medis. Nayyara datang sebagai penyintas-asing, tersesat, nyaris patah. Tapi ia bertahan. Ia belajar hidup dari nol. Ia kira, itu sudah cukup berat. Sampai... Adrian muncul. Kini pria itu berdiri di hadapannya-dengan senyum sabar, tatap mata yang dulu menenangkan, dan seorang anak kecil yang tak sengaja memanggilnya, "Ayah." Nayyara ingin pergi. Meninggalkan desa ini. Menjauh dari kenangan yang kembali bernyawa. Tapi hati bukan peta yang bisa digariskan lurus-lurus saja. Luka lama belum sembuh, rahasia lama belum selesai. Dan pertanyaan itu terus menghantui: Kenapa Adrian pergi tanpa pamit dulu? Dan... kalau cinta yang lama mati ternyata belum benar-benar terkubur, bisakah Nayyara mencintai lagi-tanpa takut patah untuk kedua kalinya?

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu