Zombie's era

Zombie's era

  • WpView
    Reads 1,051
  • WpVote
    Votes 222
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jan 25, 2024
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
"ANYING DASAR BOCAH NGEN-" "GRRHHHHH..." teriak si zombie, seakan melarang lelaki itu untuk melanjutkan perkataannya. "DORS." Kota Jakarta yang dulunya terlihat seperti surga, kini terlihat seperti neraka karena serangan dari zombie yang tak tau asal-usul nya darimana. Hanya satu kota yang aman dari serangan zombie. Yaitu kota Bandung. Yang membuat ramai orang berbondong-bondong menuju Bandung walau ada dari mereka yang harus gugur karena terkena gigitan zombie. Inilah kisah mereka ber tiga belas. Kisah yang bisa di sebut kasihan karena kota tersayang nya di huni oleh tamu tak di undang, dan bahagia karena mereka boleh gelud tanpa ada yang melarang. part acak, jadi sebisa mungkin kalian baca dulu yang chapter 'Cast' terlebih dahulu baru di lanjut ke part satu atau 'Insiden nasi kuning' terima kasih SLOW UPDATE • • • • Maaf jika ada kesamaan alur, tempat dan typo.
All Rights Reserved
#763
blood
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Arkan & Bandung
  •   Bandung train's | K-Pop Idol[✓]
  • El Cielo y la Tierra
  • AKRANDENTA | NA JAEMIN
  • Winter
  • UNDEAD | TXT ft. BTS [TERBIT]
  • La Peste -|NOMIN|- Ft. Nct Dream
  • Kehidupan Selanjutnya [END]

"Ayo bertaruh, Ay" "Bertaruh soal apa?" "Setelah ini, aku yakin Bandung akan jadi kota yang paling menyenangkan buat kamu." "Kenapa?" "Karena ada aku. Coba aja kamu cari ke kota lain, pasti kamu ngga bakalan nemuin aku di tempat lain. Karena aku, akan selalu ada di sini. Di kota ini." "Kalau semisalnya Bandung jadi kota yang paling menyiksa buat aku, gimana?" "Aku ijinin kamu buat pergi Ay. Ke manapun yang kamu mau dan kembalilah disaat kamu udah bisa berdamai dengan semuanya." ●●● ❝Mengenalmu bukanlah suatu kesalahan besar untukku. Meski setiap kali aku diingatkan tentang dirimu, air mata ini selalu jatuh bersamaan dengan kenangan-kenangan indah yang sudah kita lalui.❞

More details
WpActionLinkContent Guidelines