Ovie Si Burik

Ovie Si Burik

  • WpView
    GELESEN 1,472
  • WpVote
    Stimmen 229
  • WpPart
    Teile 17
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 21, 2026
Tadinya aku berjalan seperti biasa menyusuri paving menuju gang depan. Tapi lama kelamaan baru sadar. Ada suara langkah mengikuti di belakang. Aku berhenti. Suaranya berhenti. Aku jalan lagi. Suaranya ikut terdengar lagi. Akhirnya aku menoleh. Ternyata benar. Sosok anak perempuan itu berdiri tak jauh dari belakang. Sekarang bukan hanya pulang, berangkat pun, Ovie mengikuti.
Alle Rechte vorbehalten
#32
teenlit
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • Is LOVE
  • Transmigrasi MyTia [END]
  • Have To Move'on
  • The love of the geng leader
  • Kizu
  • Diary Of Rain [END]
  • TUBUH GADIS NERD [END]
  • Merayu Awan
  • SUARA BIA (TAMAT)
  • Tentang Hujan
Is LOVE

Apa itu cinta? Apa dia berwujud? Atau tidak? Kenapa jika mencintai seseorang harus jantung yang merasakan debarannya. Tetapi... jika terluka bukan hanya jantung yang tersakiti, namun hatipun ikut juga merasakannya. *** Debaran jantungku terasa begitu kencang saat seorang siswa laki-laki dengan aura ketampanan yang mampu membuat para siswi diSMA-nya berteriak mengaguminya. Dia jatuh hati terhadap siswa laki-laki itu. Dia selalu berada dibelakang laki-laki itu seperti penonton yang membawa poster besar sambil berteriak mendukung kesuksesan dalam pertandingan itu. Aku ingin menghampiri dia. Tetapi... aku takut kalau dia bukan malah menerimaku tapi malah menghujaniku dengan semua hinaan pedas yang keluar dari mulutnya. Ya, memang aku tau posisiku di sini. Gadis berkaca mata dengan bermodal baju kebesaran yang ditemani rok SMA-nya yang ikut juga kebesaran. Culun, cupu, kuper, dan sangat dekil. Bagaimana tidak dekil. Rambut yang seperti jarang ditata alias semrawut kalo orang jawa bilang dan juga, sepatu yang usang. Sungguh pas jika ia pantas diasingkan oleh siswi-siswi lainnya. Hufttt.... Helaan nafasku dengan mulai memundurkan gerak kakiku ke belakang untuk segera pergi dari hadapan keramaian siswi-siswi lainnya yang mengagung-agungkan laki-laki yang membuatnya jatuh hati. 'Menyukainya dan dibalas rasaku memang tak pantas untuk kugapai. Mungkin dengan mengaguminya dari belakang sudah cukup pantas bagiku.' -IS LOVE

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien