The Bad Boy Asked Me For A Cigaratte

The Bad Boy Asked Me For A Cigaratte

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 33
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Aug 8, 2022
WpInfo
Fanfic
5sos
Riley Calum pindah ke Manhattan untuk menghindari kehidupan pernikahan sang ayah dan istri barunya. Tiba di Manhattan, dia bersekolah di Westville High. Di sekolah barunya itulah dia bertemu Ken Lee, laki-laki yang dikenal oleh semua orang sebagai si tukang berantem. Hubungannya dengan Ken berawal di belakang sekolah ketika laki-laki bertindik itu meminta sepuntung rokok padanya.
All Rights Reserved
#72
writingchallenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kamala
  • 𝐏𝐋𝐀𝐘 𝐆𝐈𝐑𝐋 𝐊𝐀𝐋𝐄𝐀
  • Unspoken Boundaries [END]
  • Delicate
  • Serendipity: The Day We Strive, We Love
  • The Past
Kamala

"Hai, kenalin aku George." Ujar anak laki-laki enam tahun itu sambil mengulurkan tangannya. Ia mengulurkan tangan kepada anak perempuan sepantarannya, setelah melihatnya jalan terseok-seok sambil membawa sekeranjang kue. Yah, gadis itu adalah Kamala. Hal yang paling membuat George iba, adalah saat melihatnya dikasari oleh teman-teman komplek perumahannya. "Main, yuk." Ajak George lagi. Berawal dari pertemuan tersebut, yang kemudian membuat Kamala dan ibunya bekerja menjadi asisten rumah tangga di kediaman keluarga George. Tak hanya itu, kedua orang tua George juga menyekolahkan Kamala dengan syarat Kamala harus bekerja di perusahaan milik keluarga George begitu lulus perguruan tinggi. Kamala kecil tentu saja antusias, karena keinginannya bersekolah bukan lagi angan-angan belaka. Ia pun jadi tak memiliki batasan untuk mengeksplorasi minatnya. Semangat sekolahnya yang tak pernah padam membuat dirinya berprestasi di berbagai bidang. Tinggal satu atap dengan George, tentu saja membuat keduanya sangat akrab sampai akhirnya terlibat asmara. Masalah datang saat George memasuki usia remaja. Usia tersebut adalah masa-masa dimana ia sangat membutuhkan pengakuan dari teman-temannya. Ia yang berwajah tampan dan jago bermain basket, dekat dengan anak pembantu merupakan hal yang memalukan. Persahabatan mereka pun kandas saat duduk di bangku SMP. George yang tadinya begitu baik kepadanya, kini berbalik menjadi membencinya. Prasangka buruk terhadap Kamala sebagai orang miskin terus menghantui dirinya. Hidup Kamala juga berubah drastis menjadi seperti di neraka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines