Story cover for ETERNAL WEAPON by Seiryu1217
ETERNAL WEAPON
  • WpView
    LECTURAS 116
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 3
  • WpView
    LECTURAS 116
  • WpVote
    Votos 10
  • WpPart
    Partes 3
Concluida, Has publicado jun 30, 2022
Contenido adulto
Cerita Fiksi Yang Menceritakan Perjalan Umat Manusia Melawan Lord Demon Dimasa Kegelapan. Cerita yang penuh dengan pengkhianatan, kekecewaan dan kesedihan.

Akhirnya umat manusia mendapatkan harapan, dua sosok anak kembar lahir yang akan membawakan cahaya kembali bagi umat manusia. Tapi ternyata sang adik mengkhianati umat manusia dan lebih memilih bergabung dengan pasukan iblis untuk mendapatkan kekuatan yang besar. 

Apa yang akan terjadi? Apakah umat manusia bisa damai? Bagaimana kelanjutannya? Kita tunggu di bagian selanjutnya yah! Jangan lupa follow biar dapat notifikasi nya dan beri saran melalui coment, eitss jngan lupa beri tanggapan bintangnya yah agar akun ini makin berkembang.
Todos los derechos reservados
Regístrate para añadir ETERNAL WEAPON a tu biblioteca y recibir actualizaciones
O
Pautas de Contenido
Quizás también te guste
The Curse Of Mahana (End) de ubur-uburlembek
36 partes Concluida
"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020
Quizás también te guste
Slide 1 of 10
The Curse Of Mahana (End) cover
Knight : The Last Blade cover
The Athasila cover
The Lost Ending| Mairimashita Iruma-kun | (Ongoing) cover
The Ice [TAMAT] cover
The Outcast : Heroes of Beginning cover
Heresy : The Broken Revelation  cover
Freya And The Holy Blood [ TAMAT ] cover
Zenkai - Volume 1: D Identity  cover
A Scratch For Sanguinis [Orine] cover

The Curse Of Mahana (End)

36 partes Concluida

"Dengar wahai bangsa manusia. Aku Jhoan Nieve Diavolo, Raja dari kaum Mahana, penguasa kegelapan. Mengutuk bangsamu, kehancuran akan menimpa dunia, kelak keturunanku akan lahir di tengah-tengah kalian. Merekalah yang akan membalaskan dendam atas penghinaan ini!" Dengan kibasan sayap yang memenuhi hampir seluruh langit di atas kepala bangsa manusia yang berkumpul untuk mengusir kaum minoritas dari keramaian tempat tinggal mereka, sang penguasa malam menyerukan kemurkaannya, membuat gemuruh petir berkilat mencekam. "Kutanamkan kebencian di setiap sudut hatinya, serta kemurkaan. kucabut seluruh perasaan dan emosi darinya, menjadikan ia layaknya monster untuk pembalasan bangsa kami, atas segala hal yang telah kami korbankan untuk menjaga keseimbangan. Kalian yang telah lama kami jaga, pada akhirnya menodongkan senjata tanpa tahu malu. Sekarang rasakanlah kemurkaan yang sekarang kami timpakan." sang pangeran kegelapan ikut menyerukan amarahnya, mengayunkan pedang emasnya pada langit dengan kilat merah menyala dari ujung pedang tersebut. Kekecewaan menikam, merajam bahkan mempermalukan dirinya. Sungguh, kemurkaan saja tidak cukup. Kutukan bangsa Mahana memberikan mimpi buruk bertahun-tahun silam, kengerian di hari itu tidak ada satu pun yang melupakan. mereka yang melihat dapat selalu merasakan ketakutan itu, tak terelakkan kekacauan di dunia muncul. meski kaum kegelapan telah menghilang tanpa jejak, tak bersisa satu pun petunjuk di mana mereka tinggal, seolah lenyap dari permukaan bumi atau menghilang dari galaxy. namun, yang mereka tinggalkan tidak juga ikut tersapu oleh ketidak beradaan mereka. 10 Juli 2020