Thankyou, Dewa (Tamat)

Thankyou, Dewa (Tamat)

  • WpView
    Reads 487
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 33
WpMetadataReadComplete Wed, Aug 31, 2022
Menjalin persahabatan hampir sembilan tahun lamanya, membuat Dewa terancam dengan perasaannya sendiri. Kadang rasa takut kehilangan lebih kuat daripada sekadar memiliki Anaya seutuhnya. Tak tahu sampai kapan dia harus menyimpan perasaannya sendiri. Sementara itu, menjadi gadis tomboy bukanlah karakter Anaya sebenarnya, tetapi cinta memang belum terpatri di hatinya. Apalagi selama ini dia sudah memiliki Dewa pelindung yang selalu siap sedia di sampingnya. Lalu, Rama siapa??? Cerita persahabatan memang selalu menjadi problematika remaja, terutamanya sih. Nah, di cerita ini Dewa dan Anaya juga memiliki masalah yang sama dengan perasaan. Namun, tidak ada yang tahu dan tidak ada yang menyadari bahwa ikatan itu sudah lebih dari sekadar sahabat. Langsung cusss aja, yok!!!
(CC) Attribution-ShareAlike
#51
penerbitprospecmedia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Menyimpan Rasa
  • Mengejar hati (IGNORE) [END] TELAH TERBIT
  • Fingerprint (Dangerous)✅
  • Kakak Tingkat ✔ [COMPLETED]
  • Diary Ayra: Cerita Cinta SMA
  • Why Friend?
  • Friendship: Safe Haven
  • GERA (SUDAH TERBIT)
  • Secret Love (Tamat)

Selama ini aku yang punya rasa lebih. Aku yang berharap kamu sadar tanpa harus kuberitahu secara langsung. Aku yang pengecut, bersembunyi dengan topeng persahabatan. Yang hanya diam karena sadar kamu menyukai temanku sendiri. Seperti itu hingga kini aku menyadari ada rasa-rasa lain di sekitar kita. Bukan hanya tentang aku, rasa-rasa itu juga melibatkan kamu, dia dan dirinya. Akibatnya, setiap dari kita menjadi berubah. Kamu berbeda, aku berbeda, mereka pun berbeda. Kadang aku berpikir untuk menjadi egois saja agar bisa memilikimu tapi sekarang aku harus bagaimana? Bagaimana aku mau egois ketika aku memiliki rasa lain? Teruntuk kamu yang membaca ini. Kuharap dapat mengerti jika berada di posisiku. Mengerti bagaimana tertekannya aku dengan semua hal ini. Saat kamu membaca ini, berarti kamu sudah menjadi pendengar keluh kesahku:) -A ©opy®ight 2018 by @Akuelalala

More details
WpActionLinkContent Guidelines