Looking For Happiness

Looking For Happiness

  • WpView
    Reads 9
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Sep 10, 2025
Atrila Mahastra, kisah hidupnya penuh dengan lika liku yang tak ada ujungnnya. Hatinya yang sudah berkali-berkali menerima perih luka, air mata yang sudah berkali-berkali menetes karna hatinya, otaknya yang selalu dipenuhi teka teki oleh kehidupannya. Sampai kapan Atrila harus merasakan seperti ini? Kapan ia bahagia dari percintaaan, keluarga,pertemanan, bahkan dari lingkungan sekitar. Berharap secepatnya Atrila dapat merasakan kebahagiaan. MURNI HASIL PEMIKIRAN SENDIRI, DILARANG KERAS UNTUK MENGADAPTASIKAN CERITA TERSEBUT DALAM BENTUK APAPUN‼️
All Rights Reserved
#849
brokenhome
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Dear of Natasya
  • DEORE [FIN]
  • Xless Marriage
  • ARDIRA [SELESAI]
  • About Naskala [on going]
  • SENJA UNTUK SAGARA
  • Breathe
  • Love Therapy (Selesai)
  • REGRET [END]

"Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab, bagaimana caranya ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/22]

More details
WpActionLinkContent Guidelines