Wanita Pilihan Mama

Wanita Pilihan Mama

  • WpView
    Reads 538
  • WpVote
    Votes 42
  • WpPart
    Parts 6
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jun 27, 2023
Clara Gabriel Sebastian, putri bungsu dari pasangan keluarga Sebastian yang tengah mengalami penurunan. Clara yang saat ini berusia 23 tahun sudah diputuskan untuk menikah dengan putra tunggal keluarga Admaja yang sudah berusia 28 tahun. Clara tidak bisa menolak karena dirinya juga tidak memiliki seseorang yang dekat dengannya. Selain itu keluarganya juga membutuhkan sokongan untuk membangun kembali bisnisnya. Cristiano Fandi Admaja, laki-laki berusia 28 tahun yang kini sudah menjadi CEO perusahaan Fashion yang cukup terkenal. Wajahnya yang tampan dan juga pakaian yang rapi membuatnya sangat cocok dengan posisinya. Di usianya yang ke 28 tahun, Tian diharuskan menikah dengan seorang wanita yang bahkan tidak pernah ia kenal sebelumnya. "Jadi apakah kamu menerima perjodohan ini?" Pertanyaan dari seorang laki-laki yang dijodohkan dengannya itu membuat Clara terdiam, awalnya Clara pikir dirinya akan dapat berbicara dengan baik, nyatanya setelah melihat ekspresi wajah laki-laki itu yang terlihat tidak menyukainya membuat Clara tidak dapat mengatakan apapun dan menundukkan kepalanya dalam. "Hah! aku bahkan tidak tahu apa yang sedang aku lakukan di sini!" seru laki-laki itu lagi yang langsung saja mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkan potret seorang wanita yang sangat cantik dengan tubuhnya yang ramping. pakaiannya pun terlihat bagus dan elegan, berbeda sekali dengan dirinya yang hanya menggunakan pakaian sederhana. "Apakah kamu pikir kamu dapat menyainginya? lebih baik kamu bilang sama mama kalau kamu menolak perjodohan ini, jika tidak aku tidak yakin akan memperlakukan kamu dengan baik saat kita menikah nanti." Setelah mengatakan itu, laki-laki itu pun beranjak bangun, meletakkan amplop tebal tepat di depan Clara dan pergi begitu saja setelahnya, meninggalkan Clara yang masih mematung dan tidak dapat mengatakan apa-apa.
All Rights Reserved
#42
tersiksa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALANA : A Stepmother's Journey to Love [ TELAH TERBIT ]
  • Marriage for Business Purposes [END]
  • syanin
  • The Crazy Wedding
  • Best Of Name (END)
  • Wanita Gila Itu Istriku
  • No Cerai No Pisah!
  • Romance Billionaire
  • Suami Sewaan
  • REYHAN: MY POSESIF HUSBAND [TAHAP REVISI]

Alana Refasya adalah perempuan yang nyaris tak tersentuh, elegan, mandiri, dan dihormati di dunia mode. Di usia 32 tahun, namanya bukan sekadar label, melainkan simbol eksklusivitas yang bertengger di puncak industri. Setiap gaun rancangannya bukan hanya sekadar pakaian, melainkan seni yang membingkai keanggunan. Sosialita, selebritas, bahkan bangsawan berlomba mengenakan karyanya. Wajahnya menghiasi layar-layar raksasa di kota besar, terpampang dalam cahaya gemerlap yang menciptakan ilusi kesempurnaan. Namun, kesempurnaan adalah fatamorgana yang mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Pernikahan dengan Erland Addison membawanya ke dunia yang tak pernah ia kenal sebelumnya, sebuah rumah yang megah, tetapi kehilangan makna sebagai tempat berpulang. Ada sesuatu yang salah di rumah ini. Mereka yang tinggal di dalamnya terlalu terbiasa untuk merasa tidak dicintai. Terlalu lama mengandalkan satu sama lain tanpa pernah benar-benar percaya bahwa mereka tetap membutuhkan sosok ibu atau pasangan hidup. Dan saat itu juga, kenyataan menghantam Alana dengan keras. Keluarga ini telah porak-poranda dalam genggaman perempuan yang seharusnya menjadi tempat pulang mereka. Hancur begitu saja. Mengikis keyakinan bahwa mereka pantas dan layak dicintai. Luka-luka lama mengakar begitu dalam, kepercayaan telah lenyap, dan di dalam rumah ini, rumah yang seharusnya menjadi tempat kembali-tidak ada ruang bagi siapa pun yang mencoba masuk. Anak-anak itu menatapnya dengan sorot mata waspada, seakan menunggu saat ia melakukan kesalahan. Mereka tidak butuh ibu baru. Mereka tak ingin percaya lagi. Dan Alana pun sadar... perjalanannya baru saja dimulai. Karena ia tahu, membangun rumah bukan sekadar memiliki dinding dan atap. Bahwa memenangkan hati tidak sesederhana merancang gaun yang sempurna. Dan di tempat ini, di antara hati yang telah lama kehilangan kepercayaan, ia mengerti satu hal, sekadar usaha tidak akan pernah cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines