Kala, Dan 10 Pinta (End)

Kala, Dan 10 Pinta (End)

  • WpView
    Reads 748,440
  • WpVote
    Votes 36,959
  • WpPart
    Parts 54
WpMetadataReadComplete Wed, Jul 10, 2024
Nama nya Na Kala Senja, Gadis yang kata nya lahir saat matahari terbenam itu jauh dari kata sempurna. Kala punya uang, punya kekuasaan, punya kecerdasan, punya segala nya yang bahkan gak semua orang miliki. Namun hanya satu yang ia butuhkan kini. Waktu. Kala tak punya banyak waktu untuk menetap di dunia, ah tidak. Kala hanya tidak punya alasan untuk ia tetap bertahan. Karna ia sendirian. Maka Sebelum Kala benar-benar pergi ia ingin melakukan 10 hal yang sudah di catat dalam kertas usang yang selalu ia bawa kemana-mana. 10 hal sederhana yang entah mengapa begitu susah di lakukan, apakah semesta mengabulkan tiap doa Kala? Karna Kala memang di takdirkan untuk terus luka.
(CC) Attribution-ShareAlike
#360
asma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Strong Boy (End)
  • Seminggu sebelum aku mati (End)
  • Sea For Blue Whales [TERBIT]
  • Gara Narendra
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • 00.00
  • DEAR ANNA (LENGKAP)
  • SHE IS MY TWINS
  • DIFRAKSI
  • CLOSER

Deskripsi Cerita: Laras - seorang ibu usia 48 tshun harus merawat anaknya arkan pratama wijaya yang di usia 13 tahun divonis mengidap Pulmonary Hypertension - penyakit langka yang perlahan mencuri kehidupannya. Sejak saat itu, dunia Laras berubah. Rumah kecil mereka bukan lagi sekadar tempat tinggal, melainkan ruang perjuangan - ruang doa, ruang tangis, ruang harapan... dan sering kali ruang perpisahan yang ditunda oleh cinta seorang ibu. Arkan tumbuh menjadi pemuda 20 tahun yang sabar, pengertian, dan penyayang meski tubuhnya semakin lemah. Hidupnya berteman dengan alat nebulizer, oksigen portable, obat-obatan pahit, dan terapi yang tak pernah usai. Bagi Laras, Arkan bukan hanya anak - dia adalah alasan napasnya. Tidak ada hari tanpa doa, tidak ada malam tanpa tangis lirih, memohon pada Tuhan untuk diberi waktu lebih lama bersama anaknya. Namun hidup adalah tentang menerima - tentang melepaskan di waktu yang paling tidak diinginkan. Cerita ini bukan hanya tentang sakitnya kehilangan, tapi juga tentang perjuangan, ketulusan cinta seorang ibu, dan bagaimana Laras bangkit dari keterpurukan... menjalani hari-harinya tanpa Arkan, namun selalu hidup dalam kenangan dan doanya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines