Ameliorate [END]

Ameliorate [END]

  • WpView
    Reads 501
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 7, 2022
[Teen Fiction] Bagaimana rasanya menjadi yang teratas; ketika semua pandangan hanya tertuju padamu, ribuan mata seakan-akan menyiratkan kebanggaan yang sanggup membuat jantungmu meledak oleh euforia. Menyenangkan bukan? Sama, aku juga bertanya-tanya mengenai perasaan sederhana itu. Hanya bertanya-tanya tanpa pernah bisa berdiri di posisi itu, memandang dari jauh dengan atma yang tengah menahan rasa cemburu, menjadi sosok yang begitu prihatin. Bagaimana rasanya menjadi dia? Pertanyaan itu terjawab tepat jalinan benang merah menjerat tanpa aba-aba di dalam ruangan bernama hati; berbicara mengenai kepedulian, rasa sakit, dan prasangka. Ameliorate (v): to make something bad better Rating: 15+ TW: Self-harm, suicidal thoughts.
All Rights Reserved
#281
minorromance
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • As Time Allows
  • FRIENDzone (Completed)
  • BENUA
  • 𝐀𝐁𝐑𝐄𝐀𝐊𝐒𝐈
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Lumen Spei. [Ongoing]
  • LANGIT & AMERTA [End]
  • Semu [Completed]
  • In The Name Of Love

"Semelelahkan apapun hidup, tolong jangan mati di tangan sendiri." ______________________ "Aku nggak mau ngerasain mentalku kembali hancur berantakan hingga rasanya hampir mati hanya karena cinta. Itu sebabnya, aku selalu takut untuk jatuh hati lagi." Ya, Ditha Aquila selalu takut kembali dibuat terluka sampai tak sadar bahwa ia sudah jadi sumber luka bagi Juna Pradirga. Lihatlah pada kebodohan yang ia buat. Takut ditinggal pergi, tetapi menomorsatukan ego dan gengsi. Ingin diyakinkan, tetapi tak pernah memberi kepercayaan. Mengharapkan yang serius, tetapi memutuskan hidup dalam hubungan tanpa status. Lebih dari ketakutannya untuk kembali dilukai, Ditha percaya bahwa orang yang mentalnya tidak stabil memang tak pantas untuk dicintai. Sebab bagaimana mungkin ia mencintai raga yang lain saat dirinya sendiri masih seringkali ia sakiti? Biar aku bertanya, apa yang akan kau putuskan jika seseorang datang pada saat luka masa lalumu belum sepenuhnya hilang? Memilih menerimanya? Atau justru, menolak kehadirannya dengan dalih sakit hatimu yang belum pulih? Keduanya sama-sama berisiko. Namun, kita selalu bisa memilih, risiko mana yang akan kita ambil. "Dan salah satu cara paling mudah untuk mencintai diri sendiri adalah dengan berhenti sejenak mencintai orang lain." PERINGATAN ⚠ Cerita ini bertemakan mental health. Pada beberapa part mengandung konten sensitif seperti adegan kekerasan fisik, self harm, hopeless, trust issues, dan suicidal thoughts. Publish : 1/09/2021 - 25/12/2021 Revisi [ New version ] : 19/02/2023 - Rank : #2 in puisi [04/10/22] #3 in quotes [30/11/23] #1 toxic relationship [31/07/22] #1 trustissue [28/08/22] #1 loveyourself [09/08/2

More details
WpActionLinkContent Guidelines