Ameliorate [END]

Ameliorate [END]

  • WpView
    Reads 503
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 16
WpMetadataReadComplete Sun, Aug 7, 2022
[Teen Fiction] Bagaimana rasanya menjadi yang teratas; ketika semua pandangan hanya tertuju padamu, ribuan mata seakan-akan menyiratkan kebanggaan yang sanggup membuat jantungmu meledak oleh euforia. Menyenangkan bukan? Sama, aku juga bertanya-tanya mengenai perasaan sederhana itu. Hanya bertanya-tanya tanpa pernah bisa berdiri di posisi itu, memandang dari jauh dengan atma yang tengah menahan rasa cemburu, menjadi sosok yang begitu prihatin. Bagaimana rasanya menjadi dia? Pertanyaan itu terjawab tepat jalinan benang merah menjerat tanpa aba-aba di dalam ruangan bernama hati; berbicara mengenai kepedulian, rasa sakit, dan prasangka. Ameliorate (v): to make something bad better Rating: 15+ TW: Self-harm, suicidal thoughts.
All Rights Reserved
#37
writingchallenge
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • FRIENDzone (Completed)
  • Surat Cinta untuk Diriku Sendiri
  • Semu [Completed]
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Hopeless
  • LANGIT & AMERTA [End]
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • 15th Voltage [Tegangan 15] βœ”(COMPLETED)
  • In The Name Of Love

"Semua keinginan gue, gak pernah jadi kenyataan. Itu cara kehidupan menghukum gue." *** Aga, atau lebih lengkapnya Airlangga Putra Senja. Pangeran bermata kelabu paling sempurna abad ini dengan tatapan menghangatkan namun sorot mata yang terlihat begitu lelah. Ia memiliki segala yang diinginkan oleh teman-temannya. Ketampanan.Kecerdasan. Kekayaan. Bahkan kebaikan hatinya. Kecuali satu, fakta bahwa ia tak lagi memiliki minat apapun di dunia ini bahkan terhadap hidupnya sendiri. He almost perfect... Namun Caca membencinya. Tapi tunggu, sampai Aga tiba-tiba saja selalu muncul di dekatnya. Apa yang harus ia lakukan? Dan bagaimana jadinya ketika bom waktu yang terpendam dalam mata kelabu itu akhirnya meledak? Ini adalah kisah bagaimana kata-kata yang tak kau anggap berarti, terkadang mampu mendorong seseorang hingga ke tebing keputusasaan. βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž–βž– "BENCI BANGET!" "Gue benci sama dia. TITIK. Jangan tanya alasannya kenapa kalo gak mau tuh luka gue bikin panjang sampe ke dagu, ngerti?!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines