Iblis Itu Suamiku

Iblis Itu Suamiku

  • WpView
    Reads 32
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 2, 2022
Demi menarik mereka yang telah menghancurkan hidupku. Kini aku memilih menggenggam tangan pria berasal dari kegelapan, menjatuhkan diriku sendiri sembari menghancur leburkan mereka, sayangnya aku justru semakin jatuh dalam permainanku sendiri. Aku mencintai sosok kegelapan yang justru tampak bercahaya di mataku. Ia adalah polaris yang selalu berpendar di langit hatiku. Meski akal beserta indera di tubuhku menyadari ia hanyalah sosok fana terikat dalam untaian benang perjanjian dan menjalankan peran sebagai seorang 'kepala keluarga' khayalanku. Cinta dan perasaan kami adalah sebuah dosa, semakin lama kian menusuk lebih dalam serta menorehkan luka pada kami. Hanya saja, aku akan tetap memilih jalan yang sama dan menerima uluran tangannya. Bahkan aku akan tetap memilih jatuh dalam pelukannya dan ia pun begitu. Dan jika kelak jiwaku pergi, Selamanya ia akan selalu menjadi Suami Tercinta ku hingga nanti.
All Rights Reserved
#18
romansafantasi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • GENRENYA SALAH! (Tamat)
  • VIERRA'S SECOND LIFE
  • BYE, MANTAN! (TAMAT)
  • Reborn Aristocrat: Oppressing
  • The Strong Alpha and Mate Hijabers (End)✓
  • INCANTO (Tamat)
  • The Affair ended Beautifull (End)

"Ragamu memang telah mati, habis dan tak tersisa namun jantungmu masih terus bersarang serta selalu ikut berdetak bersama setiap hentakan denyut nadiku. Begitupun cintamu tak akan pernah mati walau tangan kita tak lagi saling berpegang untuk saling menguatkan, karena kita sudah dipilih Tuhan untuk saling menyatu."-Gladis Benar kata orang cinta itu milik kita namun hanyaTuhan yang punya kuasa untuk menyatukannya, cintaku pada Agung memang tak pernah mati walau dia sudah pergi lebih dulu kepada pemilik hati yang sebenarnya, dia korbankan jantungnya untukku agar aku terus hidup tapi bagaimana mungkin aku hidup sementara hatiku mati?. Seperti ucapannya untuk yang terakhir kali "Gladis jangan jadi wanita yang lemah, hapus air matamu dan melangkah terus kedepan. You must go on, aku akan selalu menjagamu walau jarak kita tak lagi dekat."-Agung. Ntah bagaimana cara aku melanjutkan hidup ini tanpa dia, tanpa senyumnya dan tanpa semangat darinya. Saat ini yang ada dalam pikiranku hanyalah kematian, aku ingin pergi bersamanya berbagai cara aku lakukan bahkan dengan menghabisi nyawaku sendiri tapi percuma sia-sia saja, seakan Tuhan lebih mencintai nyawaku daripada penderitaanku. Aku lemah dan tak punya semangat untuk hidup sampai akhirnya Tuhan punya jawaban dari semua doa ku mungkin juga doa Agung dari atas sana, dia titipkan seorang lelaki yang baik hati memberi aku kekuatan dan alasan untuk melanjutkan hidup ini.

More details
WpActionLinkContent Guidelines