Iblis Itu Suamiku

Iblis Itu Suamiku

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 7
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 2, 2022
Demi menarik mereka yang telah menghancurkan hidupku. Kini aku memilih menggenggam tangan pria berasal dari kegelapan, menjatuhkan diriku sendiri sembari menghancur leburkan mereka, sayangnya aku justru semakin jatuh dalam permainanku sendiri. Aku mencintai sosok kegelapan yang justru tampak bercahaya di mataku. Ia adalah polaris yang selalu berpendar di langit hatiku. Meski akal beserta indera di tubuhku menyadari ia hanyalah sosok fana terikat dalam untaian benang perjanjian dan menjalankan peran sebagai seorang 'kepala keluarga' khayalanku. Cinta dan perasaan kami adalah sebuah dosa, semakin lama kian menusuk lebih dalam serta menorehkan luka pada kami. Hanya saja, aku akan tetap memilih jalan yang sama dan menerima uluran tangannya. Bahkan aku akan tetap memilih jatuh dalam pelukannya dan ia pun begitu. Dan jika kelak jiwaku pergi, Selamanya ia akan selalu menjadi Suami Tercinta ku hingga nanti.
All Rights Reserved
#585
obsesi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INCANTO (Tamat)
  • Titipan Jantung Untuk Gladis
  • Mahligai Sunyi
  • Fading Out Flickers
  • Poison Of Love
  • In the Future Without You
  • Canvas of Love (Tamat)

Suami yang kucintai dengan segenap hati selama ini tidak membalas perasaanku. Dia menikahiku demi memenuhi permintaan kakekku. Begitu kakekku meninggal, ia memutuskan memberiku surat cerai. Aku yang terlalu dibutakan emosi pun menolak, membuat kekacauan, dan semakin memperparah hubunganku dengan suamiku. Adapun yang tidak kuketahui ialah, suamiku memiliki rasa terhadap saudari tiriku. Segalanya begitu tidak masuk akal. Perjuanganku sia-sia, cinta tidak kudapat, dan sakit hati menjadi menu utama di piringku. Tubuhku melemah, penyakit menjamah, kemudian kematian tiba. Di saat napas terakhirku berembus, aku berjanji kepada diri sendiri. Berjanji bahwa bila ada kesempatan kedua, aku takkan mengemis cinta kepada siapa pun. Kemudian keajaiban yang dikisahkan dalam fiksi pun menyentuhku. Aku kembali ke masa lalu.

More details
WpActionLinkContent Guidelines