Janji Airlangga

Janji Airlangga

  • WpView
    Leituras 23
  • WpVote
    Votos 0
  • WpPart
    Capítulos 4
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização seg, set 4, 2023
"Jika kalian berdua ingin mengatakan kalau kalian saling mencintai itu sangat terlambat. Papa, sudah mengatur pertunangan kamu Air dan juga Nuha, stop. Jangan berkomentar dahulu dengarkan saya, jika kamu berani menolak ingat nyawa ibumu akan dalam bahaya pengobatan cuci darah ibumu itu membutuhkan biaya yang sangat besar gaji ayahmu sebagai seorang dosen takkan cukup. Dan, jika kalian berdua berniat untuk lari ancaman saya tidak akan main-main." Elmeera tak menyangka, papanya bahkan sangat membela Nuha mati-matian. Ia tidak memedulikan tentang kebahagiaan dari putri kandungnya sendiri dan lebih memilih untuk membahagiakan putri angkatnya.
Todos os Direitos Reservados
#209
anakangkat
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Angel To Raya (END)
  • AKU DAN PENJARA SUCI - [Mas Dul] 》(TAMAT)
  • Ikhtiar Menjemput Cinta [REVISI + END]
  • KAKEL, I LOVE YOU
  • Assalamualaikum Cinta
  • DIGNITY (Pembalasan Luka Putri Sang Jendral)
  • Falling in love Letnan (Open PO)
  • Happiness [End]
  • Choose
  • Rintihan Rasa ✔️

Cerita ini menceritakan tentang wanita yang di nikahi bukan karena CINTA melainkan harapan. Ya, harapan akan sesosok malaikat kecil yang di impikan untuk melengkapi sebuah bahtera rumah tangga. Raya, nama yang menjadi kandidat Indra untuk calon ibu dari bayinya kelak. Bayi yang akan melengkapi kisah kasih pernikahannya dengan Maya wanita pemilik cintanya. Sementara itu Raya selalu menganggap Indra seperti Angelnya. Orang yang memberinya harapan baru dengan janji. Janji yang tak pernah ia tepati. Lalu apakah Raya akan menerima Indra? Apa selamanya ia hanya akan di jadikan yang kedua? Atau mencari Angel yang lain?? "Mengapa kau melamarku?" tanyaku menatap pada lelaki di depan. Lelaki yang sebulan lalu berhasil mengisi hatiku. Bahkan, sampai sekarang pun masih. "Aku telah mengatakannya, istriku yang memintamu. Ia ingin memiliki seorang anak dan ia tahu ia tak bisa memilikinya sendiri." "Maksudmu aku hanya kalian anggap sebagai sapi perah, begitu?" tanyaku sinis. "Tidak, tidak Raya. Tentu saja tidak." "Apa kau mencintaiku?" tanyaku mengalihkan topik. Sekilas aku melihat Indra menegang sebelum dengan cepat ia kembali menguasai diri. "Maaf, aku tidak mencintaimu, mungkin belum. Tetapi aku berjanji akan mencintaimu. Bagaimana apa kau mau menjadi istriku?" * * * Huhuhu. Penasaran Raya terima Indra atau gak? Cus, langsung di kepoin aja. Udah END loh!:()

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo