Keith Artistide

Keith Artistide

  • WpView
    LECTURAS 273
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 12
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación vie, jun 28, 2024
Kalian percaya, sebenarnya dunia ini hanyalah sebuah permainan takdir. Tidak ada yang akan lepas dari permainan dunia, sekalipun manusia dengan banyak kelebihan. Dihadapan dunia, semua kehebatan dan kepintarannya bagaikan segenggam pasir kotor tak berguna. Bagaimana, jika ada yang menentang adanya campur tangan jahil si takdir? Dan inilah dia, Keith Artistide, seorang manusia biasa yang menolak adanya takdir. Batinnya tak pernah menerima kehadiran takdir, walau dengan hantaman keras, ia tetap berkelahi dengan takdir. "permainan dunia ini mudah dipahami. Asalkan tidak melanggar peraturan dunia, dan juga bisa melewati semua kekejaman takdir maka. manusia biasa bisa menghadapi kekejaman dunia yang dikendalikan takdir sialan." *** Satu chapter biasa mencakup minimal 1000 kata, dan maksimal 2000 kata. Jika mau kritik boleh, tapi menggunakan bahasa yang sopan yaaaw. Karena walau tujuan kalian baik, ingin mengkritik agar saya lebih baik lagi dalam menulis. Tetap saja, bahasa harus dijaga bukan? Jadi saya harap, para pengkritik bisa bijak dalam menggunakan kata kata dan bahasa.
Todos los derechos reservados
#45
ai
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • 「 Our Life 」
  • Sekolah Tanpa Sekolahan
  • Duduk Manis, Jabatan Datang (Terbit)
  • I Want U! (Tamat)
  • Mentari Tak Harus Bersinar (Dokter-Dokter)MASIH LENGKAP
  • F A T E |NA Jaemin|
  • Emotionless  [BNHA X OC] (Slow Up!)

"Janji ada untuk di tepati." "Permasalahan ada untuk menjadi misi kita, dan kita... harus segera menyelesaikannya. Tentu, dengan cara yang baik." - - - - - - - - - - Mereka berenam adalah sahabat masa kecil, yang mana saat itu hampir setiap waktu mereka habiskan bersama sama, untuk bermain bahkan berpetualang dan berburu serangga. Hingga akhirnya di suatu sore saat hendak pulang, mereka membuat sebuah janji dengan kekanak kanakannya. Sembari menanamkan harapan tersebesar mereka. Yaitu, mewujudkan janji itu bersama-sama suatu saat nanti. Tetapi semua nya tidak berjalan seperti apa yang mereka harapkan. Seiring berjalannya waktu dan pertumbuhan, jarak di antara mereka pun mulai terlihat, dan perlahan mereka mulai menginjak 'waktu' yang saat kecil paling mereka hindari. Dan kini, kata 'asing' telah menjadi status hubungan mereka berenam. Walaupun begitu, 'janji' yang sudah mereka anggap konyol itu tidak pernah benar-benar mau hilang dari benak mereka. ... ... ... Apakah... mereka bisa kembali, dan mewujudkan 'janji' itu bersama-sama? Persis seperti diri mereka yang dulu harapkan? - Our Life -

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido