Rumah Untuk Pulang

Rumah Untuk Pulang

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jul 3, 2022
"Rumah tak selalu menjadi tempat ternyaman untuk pulang, sebagian orang harus berperang dengan panas dingin konflik di dalamnya." Kisah Naila, anak kecil yang memiliki segalanya. Harta, orang tua, kasih sayang, kehangatan keluarga, juga saudara tengil yang ikut menjadi pelengkap kebahagiaan masa kecilnya. Namun siapa sangka, kejamnya waktu merubah segalanya. Menjadi dewasa ternyata tidak menyenangkan. Keadaan tak lagi sama seperti dulu, semenjak ibunya meninggal ia kehilangan separuh kebahagiaannya. Tak lama kemudian, ayahnya jatuh sakit dan ia harus merawat ayahnya. Ayahnya bangkrut hingga terpaksa menjual tanah dan rumah yang bagi Naila itu adalah surganya, tiada tempat ternyaman selain rumah. Akhirnya ia terpaksa tinggal bersama orang orang yang selalu mengucilkannya, di rumah mewah peninggalan almarhum kakek dan neneknya. Kakaknya, satu satunya saudara yang ia miliki tidak memiliki waktu untuk mendengarkan keluh kesahnya. Ia sibuk dengan pekerjaannya. Hingga akhirnya, ayahnya meninggal. Satu satunya alasan ia bertahan sudah tidak ada. Ia kehilangan segalanya. Waktu telah merenggut semuanya. Namun ternyata takdir masih ingin bermain-main dengan Naila, ada kejutan besar yang menantinya setelah melewati permainan itu. Pemilik takdir ternyata menyayanginya, Ia terus menempanya agar pantas mendapatkan kejutan besar tersebut.
All Rights Reserved
#164
ujian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANTARA DOA DAN RASA
  • NESTAPA [On Going]
  • Raden Aluna | END
  • Imam Pilihan Appa [end]
  • Embrace again, Arnan
  • Rendra & Lila [END]
  • My Childish Wife [TAMAT]

Setelah patah hati yang mengajarkan luka lebih dalam dari sekadar kehilangan, Lili bersumpah tak ingin jatuh lagi. Tapi takdir mempertemukannya dengan lelaki sederhana yang hadir tanpa janji manis tapi penuh makna. lelaki itu berbeda. Bukan hanya caranya mencintai, tapi juga arah doanya. Semakin dekat mereka, semakin jauh kenyataan membawa. Di antara senyuman dan air mata, mereka menyadari: cinta bisa tumbuh di mana saja, tapi tak selalu bisa tinggal. Ini adalah cerita tentang dua hati yang saling menemukan, tapi tak bisa memiliki. Bukan karena tak cinta tapi karena mereka terlalu percaya. Apakah rasa bisa tetap tumbuh meski arah tak sejalan? Atau justru mereka harus memilih, antara cinta yang hangat... atau keyakinan yang tak bisa dikompromi?

More details
WpActionLinkContent Guidelines