AMIGO

AMIGO

  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, May 11, 2025
Kapan terakhir kali aku tersenyum? Sial, penyakit jantung yang membuat ku seperti orang lemah. Merasakan sakit terus menerus, jatuh bagai ranting yang rapuh. Ada yang lebih sial dari ini. Aku berharap waktu berhenti saat itu juga, kalau perlu Tuhan mencabut nyawaku. Aku tidak sanggup melihat kebejatan Ayahku saat itu bahkan saat ini. Apa aku harus melihat itu? Adakah sisi yang berguna yang dapat aku manfaatkan agar aku tetap hidup dan menjauhi kerapuhan? Orang lemah berpenyakit tidak akan berpikir dengan keras, yang mereka tunggu adalah kematian..
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • goodbye my beloved (Hiatus)
  • SCRATCHES (completed)
  • Alexxa Or Clara [END]
  • ALSTARAN [END]
  • AKSAFA (End)
  • oppressor or oppressed? (TAMAT)
  • Dear, My Little Friend (END)
  • SATRIA
  • Pelangi Di Matamu

FOLLOW SEBELUM MEMBACA 🤗 CERITA BELUM DI REVISI Hiatus untuk sementara waktu. CERITA INI BENAR-BENAR PEMIKIRAN KU BUKAN PLAGIAT. JIKA ADA YANG MEM PLAGIAT DIA DOSA!!! KALO SAMPAI KETAHUAN PLAGIAT SEMOGA PANTATNYA KELAP KELIP 😁😁 Baca ceritanya y agar kalian tau hehe "Dulu aku membencinya tapi, sekarang aku mencintainya bahkan sakit rasanya jika ia pergi dari ku"

More details
WpActionLinkContent Guidelines