Malinata [Wijayadhana, Book 1]

Malinata [Wijayadhana, Book 1]

  • WpView
    Leituras 53
  • WpVote
    Votos 14
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, set 2, 2022
[Prequel to Chayabhuta] Merry Wijaya hanyalah mahasiswa biasa di kota sibuk Jakarta yang mendapat kesempatan pertukaran pelajar ke Jerman. Baiklah, itu bohong. Kisah fantasi macam apa yang tokoh utamanya hanya manusia biasa? Merry juga adalah murid Akademi Aindra di Indonesia. Di siang hari, ia menjadi seorang manusia yang bekerja dengan buku dan laptop. Di malam hari, ia mempelajari sihir. Lelah, tapi untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, ia mendapat kesempatan untuk memilih-Merry terpilih sebagai kandidat Pelatihan Sihir Internasional yang dilaksanakan di dimensi lain milik Jerman. Tapi kemunculan Atmanvyada, para makhluk pemakan jiwa dari dimensi Chayabhuta, menghancurkan semua itu. Merry menemukan bahwa ada yang aneh dari kampus pelatihan dan hutan di belakangnya. Masa lalu dimensi ini yang penuh partikel kegelapan mulai berkumpul dan mengancam keamanan satu akademi...
Todos os Direitos Reservados
#388
laga
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Ventiones Academy [REVISI]
  • Iltas
  • Kimberly Academy
  • [ID] Heir of The Prophecy
  • FS1- Fantastic Magic [ TERBIT ]
  • RESURGERE: The Andalas of Nusan [CH]
  • New World [REVISI]
  • MY FRIEND IS MAGIC
  • Magicia Lovu(✔️)

Aku hanya seorang gadis berumur tiga belas tahun yang biasa saja. Aku ini sama seperti yang lain. Jadi tidak ada yang istimewa dari diriku. Sampai .... "Selamat, Anda diterima di Ventiones Academy." Aku tak pernah mendengar ada academy semacam itu. Semuanya langsung berubah. Hidupku yang awalnya berwarna hitam-putih, berubah menjadi warna pelangi. Rasanya mataku sampai pusing melihat semua warnanya. Tidak bukan mata, tapi otakku. Oh, aku menyesal ketika kehidupanku sebelum ini aku kurang banyak bersyukur. Aku ini masih tiga belas tahun. Tapi kenapa kejadian yang kualami di luar batas umurku? Sebentar, di luar batas bukan berarti seperti adegan dewasa! Maksudku seperti peperangan? Pembunuhan? Baiklah, aku sepertinya sudah gila. Aku jadi iri dengan remaja normal seperti kalian. **** Cerita ini murni dari pikiran saya sendiri. Karena saya selalu berkhayal yang tidak logis, jadi saya lampiaskan ke dalam cerita ini. Jika ada kesamaan nama dalam cerita ini, itu artinya kebetulan. Vote? Baca aja dulu! Nggak vote juga gpp. Asalkan sudah dibaca ceritanya dan sudah ditaruh di perpustakaan kalian. **** ⛔Lagi tahap revisi. Jadi jangan terkejut jika ada perubahan kata atau chapter secara tiba-tiba

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo