HIGANBANA
  • WpView
    GELESEN 1
  • WpVote
    Stimmen 0
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadLaufend
WpMetadataNoticeZuletzt aktualisiert Di., Juli 5, 2022
WpInfo
Belletristik
Fantasy
Bunga Higanbana, bunga merah yang menjadi ciri khas 'kematian' asal Jepang. Keindahan bunganya mampu memikat siapapun, dengan kelopak panjang dan warna merah menyala mampu membuat mata siapapun terkesima. Namun dibalik keindahannya dan mitos-mitos yang menyelimuti bunga tersebut, tersimpan legenda misterius yang masih menjadi buah bibir masyarakat Jepang secara turun temurun. Banyak orang masih mempercayai kisah ini dan beberapa orang lainnya meragukan. Kisah ini memiliki banyak versi dengan alur dan akhir cerita yang berbeda. Ini adalah versi yang kupercaya. Hidupku nampak baik-baik saja hingga aku menemukan benda itu. Buku itu. Aku Reina, aku percaya legenda itu benar adanya.
Alle Rechte vorbehalten
#57
saka
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • THE WITCH IN MY ROOM
  • BLOSSOM ENDING WITH PROMISE IN HEART
  • BATAS KEMATIAN
  • 𝐓𝐀𝐂𝐄𝐍𝐃𝐀 - 𝐑𝐚𝐡𝐚𝐬𝐢𝐚
  • KISAH HANTU JEPANG (END)
  • Duranta Repens
  • Bougenville
  • When Tinkerbell meets Howl | Johnten (Ongoing)
  • BUALAN

Setelah seratus tahun, bulan merah akhirnya kembali menampakkan diri di mata manusia. Membangkitkan kembali rasa penasaran seluruh negeri akan legenda dari para penyihir merah yang akan muncul untuk mencari pengantin prianya. Namun, tak seperti yang lain. Jeff Hugand tak ingin ikut penasaran. Karena ia tak pernah mempercayai cerita itu lebih dari sekadar cerita pengantar tidur anak-anak. Namun, di malam itu keraguannya menjadi sebuah kenyataan. Dimulai dengan menemukan catatan keluarganya hingga seorang wanita yang mendadak muncul di kamarnya. Tersenyum ke arahnya dengan manik mata dan bibir merah, juga jubah semerah darah yang ia kenakan. Persis seperti apa yang dikatakan Neneknya dalam cerita legenda penyihir bulan merah. Penyihir itu mengulurkan tangan untuk mengusap pipi Jeff dengan lembut dan berkata, "Selamat malam, Jeff Hugand. Mengapa kamu terbangun? Bukankah tadi itu mimpi yang indah?" © _didinihari - Oktober 2024

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien