SKEYLAR

SKEYLAR

  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Jul 7, 2022
Ada yang bilang persahabatan antara laki laki dan perempuan tanpa melibatkan perasaan itu bohong. Jika pun ada mereka hanya saling mendam, Dan ada juga yang bilang persahabatan antara laki laki dan perempuan itu friendzone. Menurut kalian bagaimana? Apakah perempuan dan laki laki bisa bersahabat tanpa melibatkan perasaan?. Ya seharusnya bisa akan tetapi tidak dengan persahabatan ketiga orang ini diantara 2 orang perempuan dan 1 laki laki. Mereka sudah bersahabat kurang lebih 6 tahun. Akan tetapi Salah satu diantara mereka terpisah dikarenakan kuliah di luar pulau sehingga membuat persahabatan mereka sedikit renggang, akhirnya yang sering berjumpa hanya berdua saja dan mereka merupakan sahabat perempuan dan laki laki dimana mereka berkuliah disalah satu universitas ternama di Jakarta dan mengambil prodi ilmu hukum, Sedangkan yang perempuan satunya lagi berkuliah di universitas yang ada di malang Dan mengambil prodi manajemen Akankan cerita ini happy ending? Kita lihat nanti ya
All Rights Reserved
#307
friendzone
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tsuroyya; Mengejar Mentari di bawah Purnama
  • Pertemuan Terakhir
  • REZZA
  • FRIENDSHIP [ SELESAI ]
  • Taken Slowly
  • Sebelum Pagi
  • Lowkey Something [Tamat & Lengkap]
  • A Little Piece of Ours
  • Elina- kisah ku

kita pasti pernah merasakan friendzone. kata orang, tidak mungkin dalam hubungan persahabatan antara laki-laki dan perempuan tidak ada yang menyimpan rasa. entah salah satu atau bahkan kedunya. "Jika memang dia jawaban atas doa-doamu, bukankah kau memang harus menerimanya, Lif?" "Lalu, bagaimana jika ternyata aku menyebut nama lain dalam doa-doaku?" "Apa nama lain itu namaku, Lif?" dengan suara yang begitu lirih ia bertanya Gadis itu mengangguk, "Lif, aku memang menaruh harap padamu. Aku juga menyebut namamu disetiap sujudku. Namun, ada hal lain yang membuat aku tidak bisa melanjutkan harapanku" "Kalimatmu justru tidak memberikan jawaban apa-apa, Ham. Aku kecewa, kau terlalu pengecut. Aku benci itu" Haruskah Alif berbalik arah? Meninggalkan semua yang berkaitan dengan citanya dan memilih hati yang membuatnya menjadi perempuan istimewa? Namun kenyatan yang ia jumpai begitu memilukan. Hatinya mungkin bisa ia genggam, namun tidak dengan hari-hari di masa depannya. Jangan berliku macam apalagi yang harus ia tempuh? Apakah logikanya lemah setelah itu? Seperti perempuan kebanyakan, akankah ia mengandalkan perasannya? Mari simak kisahnya Salam Friendzone LA_IN

More details
WpActionLinkContent Guidelines