Your Destiny is My Choice

Your Destiny is My Choice

  • WpView
    Reads 361
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Sat, Sep 10, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Daru, seorang laki laki lajang berusia 34 tahun yang membuat ibunya khawatir karena tak kunjung menikah, hingga pertemuannya dengan Hayu membuatnya mengambil pilihan pilihan tak terduga, seperti menikah. Ia tidak yakin apakah semua yang terjadi dalam hidupnya itu kebetulan, takdir, atau pilihannya. Namun, ia tahu bahwa pilihannya kedepan bisa mengubah pada banyak hal. Dan pilihannya pada Hayu, apakah itu adalah sebuah pilihan yang tepat? Hayu, seorang wanita berusia 30 tahun yang diam diam tidak ingin menikah. Ia sendiri tidak tahu apakah Daru sebuah kebetulan atau takdir dalam hidupnya. Namun ia tahu bahwa pilihan pilihan kecilnya membawanya pada Daru, tapi menyukai Daru tidak harus menikahinya. Candra menyadari bahwa pilihannya telah membawa takdir lain bagi kehidupan orang lain, terlebih itu adalah putranya sendiri. Saat ia menyadari betapa egois pilihannya, akankah ia memilih kembali pada Raditya ? Raditya tahu semua masalah ini berawal dari pilihannya sendiri, dan setelah semua pilihan pilihan pahit dalam hidupnya, akankah ia berhasil merengguh Candra kembali ? Saat pilihan pilihan mereka saling bertemu akankah mereka memilih tetap bersama dan kembali bersama? Atau mungkin justru perpisahan adalah jawaban yang sebenarnya.
All Rights Reserved
#26
penikahan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Prenuptial Agreement
  • Istri Berisi 2.0
  • TASYA & CALVIN
  • Denyut Waktu (TAMAT)
  • Dinikahi Profesor Galak (TAMAT)
  • NIKAH DULU CINTA BELAKANGAN
  • The Perfect Match
  • Tak Sengaja Jodoh

"Tya, kapan kamu akan menikah?" tanya sang ayah. "Nanti, Yah, kalau sudah ada jodohnya," jawaban ringan itu yang selalu menjadi andalan Adistya. "Iya kapan?" tanya kembali ayahnya yang sepertinya tak sabar menginginkan sang putri untuk segera menikah. "Sabar kali, Yah, toh jodoh gak akan ke mana." "Jodoh memang tidak akan ke mana, tapi kalau gak ke mana-mana kapan dapat jodohnya." Kutipan itulah yang selalu ayahnya ucapkan. Membuat Adistya memutar bola matanya bosan. Ayahnya itu gemar menanyakan perihal jodohnya apalagi mengingat usianya yang sudah menginjak angka 27, usia yang sudah cukup matang untuk membina rumah tangga sampai ayahnya gemar sekali mencarikan jodoh yang untungnya tidak pernah berhasil. Adistya lelah begitupun dengan sang ayah, sampai akhirnya sebuah kesepakatan mereka buat untuk perjodohan terakhir Adistya. Kebebasan sudah ada di depan mata, tapi harapan itu harus gagal karena dengan lancangnya kepala Adistya mengangguk mengkhianati hatinya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines