QIANA'S WEEDING

QIANA'S WEEDING

  • WpView
    Lectures 10
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mar., juil. 5, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Dulu, aku berpikir, nikah muda adalah pilihan terbaik yang pernah kuambil. Apalagi untukku yang hanya lulusan sekolah menengah atas. Mengikuti jejak teman-temanku, yang lebih dahulu menempuh biduk rumah tangga. Tapi, setelah beberapa waktu aku menjalani semuanya bersama dengan suamiku. Ternyata aku salah. Menikah muda, tak selamanya indah seperti cerita yang sering aku dengar. Bahkan menurutku, pernikahan yang kujalani ini, adalah awal dari 'penderitaan' baru untukku.
Tous Droits Réservés
#31
ibumuda
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • We Are Destiny (NEW)
  • Young Mommy (COMPLETED)
  • Terkenang dan Terlupakan
  • LAUREYN
  • My Little Wife (End)
  • My Secret Husband
  • AU GEO MAYNA (sedang proses revisi alur)
  • Tak akan bercahaya

🪻DIHARAPKAN MEM-FOLLOW SEBELUM MEMBACA🪻 🪻WAD (WE ARE DESTINY)🪻 🪻UPDATE SETIAP SABTU & MINGGU🪻 🪻WAJIB VOTE + KOMEN🪻 Menemukan dan merawat bayi yang entah siapa orang tuanya bukan lah hal mudah bagi Shylena, gadis yang baru saja berusia 20 Tahun, di mana tengah sibuk-sibuknya membagi waktu part time dan juga jadwal kuliahnya hingga tidak memiliki waktu untuk quality time sepertinya kebanyakan temannya. "Arghh! kenapa jadi gini sih? ngerawat lo aja udah ribet buat gue, masa mau di tambah anak lagi!" keluh Shylena sambil mengusap air matanya dan menatap bayi berusia sekitar 7 Bulan yang tengah tersenyum kepadanya. "Ini semua gara-gara cowok brengsek itu! harusnya dari awal gue nggak usah berurusan sama dia, terus sekarang gue harus gimana?" gumam Shylena dengan putus asa mengusap perutnya yang masih datar. Tinggal mandiri di kota yang cukup jauh dari keluarganya, bekerja untuk tambahan uang saku, di tambah merawat 1 bayi saja sudah cukup membuatnya baby blues apalagi kedepannya jika anak di kandungannya itu lahir. Membayangkannya saja Shylena sudah tidak sanggup, apalagi harus mengalaminya.

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives du Contenu