KISAH SAHABAT NABI SAW#02

KISAH SAHABAT NABI SAW#02

  • WpView
    Reads 280
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 53
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jun 23, 2023
Sahabat nabi merupakan orang yang mengenal dan melihat langsung Nabi Muhammad SAW dan membantu perjuangannya. Para sahabat nabi ikut berkontribusi dalam perjalanan Islam sebagai agama yang sempurna. Ada baiknya kita mengenal para sahabat nabi dan mengetahui kisah perjalanan hidup yang pernah beliau lewati. *** Keesokan harinya ketika bertemu Rasulullah SAW, beliau tersenyum dan bersabda kepadanya, "Tadi malam Allah tertawa, Dia takjub dengan apa yang kalian lakukan..." -- Sabda Nabi SAW, "Surga itu diliputi oleh hal-hal yang dibenci dan neraka itu ditaburi oleh hal-hal yang disukai..." -- Lalu Allah berfirman kepada Nabi SAW, "Ridhakah engkau, ya Muhammad?" Maka Nabi SAW akan menjawab, "Aku ridha, ya Tuhanku!" Kemudian Allah berfirman lagi, "Sesungguhnya ada tujuh puluh ribu dari umatmu yang masuk surga tanpa hisab dengan wajah seperti bulan purnama." -- Sekali lagi beliau tersenyum tanpa terlalu mendebatnya, kemudian bersabda, "Adapun permulaan tanda kiamat, adalah munculnya api yang mengumpulkan manusia dari arah timur ke barat. Dan makanan pertama dari penduduk surga adalah tambahan hati ikan Hut. Mengenai keserupaan seorang anak, apabila air mani (sperma) sang bapak mendahului air mani (sel telur) sang ibu, maka anak tersebut akan menyerupai bapaknya. Sebaliknya, jika air mani (sel telur) ibunya mendahului air mani (sperma) bapaknya, maka anak tersebut akan menyerupai ibunya." *** Saya mendapatkan cerita ini dari beberapa sumber, jadi mohon maaf apabila terdapat kesalahan. (soure: Google) IG: dsypsptmhrni13_
All Rights Reserved
#9
rasulullah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SEPOTONG HATI YANG MENGUKIR DAN TERUKIR
  • Izinkan Aku Untuk Berubah
  • ASA (Lengkap/TERBIT)
  • Assalamualaikum Cinta
  • [Bukan] Bidadari Surga (On Going)
  • ARDEV
  • The Love Story" Kurus & Mancung"
  • DANADYAKSA
  • Last Letter
  • La Tahzan

"Cinta tak pernah meminta izin, tapi pilihan selalu menuntut pengorbanan"--Mozza azna rayla "azna kau sudah tau sejak lama...... aku tak tau kenapa aku harus berada di pilihan sulit ini" kata ahnan putus asa "kakak lebih tau, bakti pada guru itu adalah hal terbaik" kata azna sedikit bergetar dan menahan tangis " tapi aku sama sekali tidak mencintainya" kata ahnan tegas "kakak tau di dunia ini bukan cuma ada rasa, tapi juga ada pilihan" kata azna sedikit pelan " tapi , akuuu....." perkataan ahnan terpotong "kalo memang ini adalah jalan terbaik, aku juga akan ikut senang (tersenyum sayu), assalamu'alaikum kk" azna pergi dengan sedikit berlari kecil sambil menyeka air matanya yg ternyata menetes tanpa perhitungan Langkah kaki Azna menjauh, meninggalkan Ahnan terpaku di tempat. Kata-kata Azna bergema di telinganya, menusuk hatinya seperti sebilah pedang. Jalan terbaik? Senang? Itukah yang dirasakan Azna? Atau hanya sebuah topeng untuk menutupi luka yang sama dalamnya dengan jurang yang menganga di antara mereka? Dia mencintai Azna, cinta yang terpendam, terbungkam oleh rasa bakti dan kewajiban. Bayangan wajah gurunya muncul di benaknya, sosok yang begitu dihormati, yang telah membimbingnya, yang telah memberikan segalanya. Bagaimana mungkin dia bisa menolaknya? perjodohan yang di buat oleh gurunya, Bagaimana mungkin dia bisa mengkhianati kepercayaan yang telah diberikan? Namun, bayangan wajah Azna, dengan air mata yang menggenang di matanya, lebih menyayat. pilihan yang sulit, dan rasa sakit. Ahnan sesak.di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan. Di antara cinta dan kewajiban, di antara Azna dan gurunya, dia tersesat dalam labirin dilema. Langit di atasnya seakan turut berduka, gelap dan mencekam, mencerminkan keputusasaan yang menguasai hatinya. Apakah ada jalan keluar dari belenggu ini? "Cinta terkadang hadir sebagai pilihan yang menyakitkan, di antara rasa yang tak terucap dan jalan yang tak tertemukan."--Ahnan keylan daneswara

More details
WpActionLinkContent Guidelines