"Sulit untuk menerima ini semua!"
~algara putra mahanda.
⚠️typo dimana-mana!!
*****
"Cinta pertama ku hiks,udh ga ada lagi naa😭"ucap amara sesegukan di dalam dekapan ana
"Sabar mara ini ujian,ikhlasin ayah ya??kalau lo kek gini terus bisa-bisa nya dia ga tenang disana.udh yah nangis nya??"nasehat ana kepada amara
"Hiks,hiks,t-Tapi kasian ayah naa,dia belum liat Gue sukses naa😭😭"amara kembali mengeraskan tangisannya di dalam dekapan ana.
"Bunda masih Ada ra,Dan Gue juga Ada,ayah juga bisa liat lo sukses di atas sana,dia pasti bangga punya anak yg kuat kayak lo ra."ucap ana sembari mengelus punggung amara untuk menenangkan gadis itu
"M-makasih ya na lo selalu Ada kapan pun Gue butuh,Gue beruntung banget punya sahabat kaya lo na,Makasih banyak ya naa"ucap amara dgn suara sendu
"Iya sama-sama,itu guna nya sahabat ra,kalau kita lagi butuh tempat bersandar dia lah yg akan memberikan Bahu nya ke kita,Makasih balik yah ra udh mau bertahan jadi sahabat Gue.Makasih banyak ra"
"Kita sama-sama berterima kasih naa,Dan kita juga sama sama beruntung" ucap amara dgn senyuman yg sangat tulus.
*****
Denting luka dan riuh kehilangan berbaur jadi satu.
Pecahan-pecahan perasaan berserakan di lantai jiwa kita.
Rahasia yang terlalu lama disembunyikan kini berubah menjadi beban yang tak tertanggungkan.
Kita mulai kehilangan-satu per satu.
Kejujuran ternyata bukan hanya soal berkata benar, tapi soal keberanian untuk menanggung luka setelahnya.
Kita takut berbagi sakit, takut menumpahkan amarah, takut mengakui betapa bersalahnya kita.
Dan ketika semuanya pecah, hanya diam yang tersisa.
---
"Dirta, jaga mereka baik-baik, ya? Aku pergi duluan. Aku sayang kamu..."
- Aletha
"DEVAN, AKU CINTA KAMU!! DI KEHIDUPAN MANAPUN, CINTA AKU TETAP MILIKMU!! JAGA MEREKA, JANGAN BIARKAN MEREKA HANCUR!"
- Yeri
"Kamu tega, Le... kamu tega ninggalin aku sendirian dengan semua ini..."
- Dirta
"GUE GAK BUTUH MATA INI!! GUE GAK BUTUH, NGERTI GAK?!! APA GUNANYA MELIHAT KALAU YANG PALING PENTING HILANG?!"
- Devan
"Aku gak bisa hidup tanpa kamu, Ti..."
- Jean
"Aku selalu datang terlambat untuk kamu... ternyata benar, aku cuma kenangan yang tak pernah cukup cepat."
- Arhan
"Bahagialah, Je... seperti aku yang sedang belajar untuk itu."
- Tifany
"Aku lelah menunggu. Aku juga pantas diperjuangkan, Naela bukan bayangan."
- Naela