FILOSOFI KERTAS

FILOSOFI KERTAS

  • WpView
    Reads 248
  • WpVote
    Votes 50
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 12, 2023
WpInfo
Non-Fiction
Follow dulu sebelum membaca!!! "Kamu akan dipindahkan ke sekolah luar negeri," ujar Aivy. Mendengar ucapan Kakaknya, Aruna hanya bisa menatapnya tidak percaya. Semua orang pun tahu, bahwa Aivy adalah satu-satunya keluarga yang dimiliki oleh Aruna. Jika Aivy mengirimnya ke luar negeri, secara tidak langsung Aivy telah mengirimnya untuk hidup seorang diri. Karena status Aivy adalah seorang Komandan Tentara, tentu dia tidak akan menemani Aruna pergi. "Bunuh saja aku! teriak Aruna, pergi dari hadapan Aivy.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SUARA BIA (TAMAT)
  • ILIOS
  • ALLAND
  • Criticalove [SELESAI]
  • Antara Cinta dan Persahabatan
  • Karena Kamu Rumahnya
  • All You Need Is A Friends [END]
  • Waktu?
  • KOMA || Un1ty

"Bia, Ibu tahu, ini semua hanya keisenganmu untuk lari dari hukuman. Tapi hukuman tetaplah hukuman, Bia. Kau tidak bisa lari dari itu." Lanjut sang Guru menyadarkan Bia dari lamunannya. Sorot matanya penuh kekecewaan. Tangannya mengepal, mencengkeram erat rok biru yang ia kenakan. Ia merasa tersudut. Tak ada yang mendengarkannya. Tak ada yang memahaminya. Tidak kedua orang tuanya, tidak juga tempat yang konon disebut rumah keduanya. Sekolah. Sedetik kemudian Bia bangkit dari kursi. Mengambil kertas dan pena yang ada. Lugas, ia menuliskan sesuatu dengan tangan kecil yang penuh luka itu. Getar terlihat dari tangannya. Guru itu memandang bertanya-tanya. Namun Bia tak peduli. Ia meletakkan pena itu, lalu dengan cepat melipat kertas itu. Tanpa permisi, Bia meninggalkan ruangan dan sang guru yang masih tak mengerti aksi apa lagi yang akan dilakukan siswi itu. Langkahnya cepat. Tujuannya terhenti pada kotak saran yang usang. Kotak yang terbuat dari kayu itu tampak berdebu dan diselimuti sarang laba-laba. Bia menelan salivanya. Menatap lurus pada kotak itu dengan sedikit sisa-sisa harapan yang ada. *** ⚠️Semua yang ditulis adalah murni imajinasi penulis. Vote dan komentar yang diberikan akan sangat berharga/memberikan semangat penulis untuk membuat kisah selanjutnya. Selamat membaca, semoga terhibur dan terimakasih telah menyempatkan waktu untuk membaca :) ❤️

More details
WpActionLinkContent Guidelines