pernikahan ke-2

pernikahan ke-2

  • WpView
    Reads 97
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jul 13, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
" aku mau kita cerai. Aku udah gak sanggup nanggung beban mental sama kamu." Marini menyilangkan kedua tangannya di dada. "tapi aku gak mau, aku mau kita tetap jadi suami istri. Aku gak mau kita cerai."Seto terus menolak keinginan Marini. " dasar laki-laki plin plan." Marini pergi meninggalkan Seto yang terus memanggilnya. " Mas, kalau kamu udah capek sama aku. Kamu boleh cari wanita lain." Amanda merasakan perih yang sangat amat ketika mengatakan hal itu pada suaminya. " kamu ngomong apa Manda ? " Wira mencengkram erat tangan Amanda. " sampai mati pun aku gak akan bisa mencintai wanita lain, seperti aku mencintai kamu." Dua hubungan yang berbeda latar, dimana Marini yang ingin bercerai dengan Seto, dan Wira yang tidak ingin mendua kan cintanya dengan wanita lain. akankah Marini dan Wira mendapat kan jalan keluarnya. Dimana mereka terus diburu waktu dan keadaan.
All Rights Reserved
#768
true
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MENDEKAP RINDU
  • Gus Raffi ( Mengungkap Tabir Mimpi 101 Butir Tasbih)
  • Waiting For You [TAMAT]
  • Dear, Chester
  • Merajut Bingkai Patah
  • The Best Captain [COMPLETED]

Di tengah konflik antara keinginan orang tua dan hati nurani, Amanda, seorang mahasiswi yang penuh dengan ambisi dan cinta, menemukan dirinya terjebak dalam perjalanan yang tak terduga. Dijodohkan oleh orang tuanya dengan pria yang mereka pilih untuknya, Amanda sudah memiliki hati yang terikat pada seseorang yang telah lama menjadi bagian dari hidupnya. Namun, dalam perjalanannya mencari jati diri dan memperjuangkan cintanya, Amanda harus menghadapi tekanan dari orang tua yang berharap agar ia mengikuti jalur yang telah mereka tentukan. Konflik batin pun tak terhindarkan ketika hati Amanda berseberangan dengan keinginan sang ayah yang keras kepala. Di tengah pergulatan antara cinta dan tanggung jawab, Amanda harus menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri untuk menghadapi segala rintangan yang menghadang. Dalam perjalanan ini, dia akan belajar tentang arti sejati dari kebahagiaan, kesetiaan, dan pengorbanan. Namun, di balik semua itu, pertanyaan besar terus menghantuinya: Akankah Amanda mampu mempertahankan cintanya dan menemukan kebahagiaannya sendiri, atau akankah ia tunduk pada tekanan orang tuanya dan merelakan hatinya untuk mengikuti jalan yang telah ditentukan untuknya? Hanya waktu yang akan menjawabnya. "Kamu jangan terlalu memanjakannya, lagian itu merupakan keputusan yang tepat untuk masa depan Amanda yang lebih baik," ibu Amanda tak habis pikir dengan suaminya. "Kau tega melihat putri mu terpaksa mencintai orang lain, apa yang kau pikirkan. Dulu kau sangat memanjakannya, bahkan tak ingin melihat dia menangis. Hanya karena dia tak sejalan arah dengan kemauanmu, lantas membuatmu terlalu dalam kecewa dengan dia? Ibu Amanda yang akhirnya tersulut emosi dengan cara suaminya. "Kau bahkan tak melihat secara dalam tatapan putri mu, yang begitu merindukan sikap hangat ayahnya. Ambisi mu membuat hatimu membeku," lanjut ibu Amanda meninggalkan ayah Amanda di ruang kerja di rumah mereka.

More details
WpActionLinkContent Guidelines