Anjing dan Kelinci [END]

Anjing dan Kelinci [END]

  • WpView
    GELESEN 49
  • WpVote
    Stimmen 7
  • WpPart
    Teile 1
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Juli 7, 2022
WpInfo
Fanfic
Naruto
Judul Asli : Of Hounds and Hares Author : mutemelody Link : https://archiveofourown.org/works/15005813#main "Kamu terlihat seperti ayahmu." Dia berbisik di telinganya, dan tidak seperti setiap kali dia mendengar kata-kata itu, itu adalah pujian. Dia kemudian bersandar untuk melihat dia, dan matanya beralih ke atas kepalanya. "Dengan beberapa pengecualian." Dia menatapnya bingung, sebuah tangan melayang ke atas untuk menepuk kepalanya. Apa dia- Oh. Dia memiliki tanduk sekarang. Dingin. Dia secara mental menambahkan itu ke daftar 'Hal-hal yang Perlu Dikhawatirkan Nanti', tepat di atas Obito dan tepat di bawah 'Ibunya adalah ibu alien dari Sage of Six Paths'. **** Sebagai Peringatan, Ini BUKAN Karya Asli-ku. Aku cuma menerjemahkan saja, OKE?!?!?
Alle Rechte vorbehalten
#210
hatakekakashi
WpChevronRight
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • TIME will TELL {On Going}
  • [END] Doomsday's Rabbit Essence
  •  ➸❦ ꧑ᥡ ᥙᥒᥱᥲ᥉ᥡ ᥣιfᥱ ➸❦ ❝Okkotsu Yuta X Reader❞ (End)
  • In Another Life? ♪┌|Jujutsu x Reader|┘♪
  • Normal (A BNHA Fanfiction)
  • 4 Princess Ootsutsuki (Selesai)
  • Selfish |AkuAtsu|. [END]✔
  • ENIGMA : A Hidden Destiny

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien