Harus Terikat Dengan Gus Cuek

Harus Terikat Dengan Gus Cuek

  • WpView
    Reads 328,628
  • WpVote
    Votes 13,244
  • WpPart
    Parts 41
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2024
(Spin off Menggapai Cinta Sang Gus) "JANGAN UNBOXING GUE MALEM INI!" Labib mengangkat satu alisnya,"Siapa juga yang mau unboxing kamu?" Shabira menghela nafas lega lalu bergumam,"lagian kan dia hidup di pondok. Mana mungkin mudeng ngena - ngena kan?" ucapnya dengan suara sangat kecil. Tapi sayangnya, gus Labib dapat mendengar hal itu. Gus Labib mendekat sambil berucap,"Kamu meremehkan saya, Shabira Araina?" "EH?!" **** Shabira Araina, seorang gadis cantik yang harus terikat dengan seorang gus cuek hanya karena kesalahpahaman sang mama. Shabira yang selalu hidup dengan serba kecukupan dan kemewahan, harus merasakan susahnya hidup di pondok pesantren. Dan, Shabira yang terbiasa dengan kebebasan kini harus merasakan apa itu larangan. Bukankah berat cobaan Shabira? Ah tidak. Satu yang lebih berat dari semua itu adalah-- membuat suaminya-Athalabib Al -ghifari- move on dari mantan calon istrinya. Apakah Shabira berhasil? LET'S READ HARUS TERIKAT DENGAN GUS CUEK^^ *hanya story pesantren biasa dan semoga bisa menghibur❤️ cover by: Pinterest
All Rights Reserved
#800
santriwati
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hug Me When Halal (END)
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • Badgirl Masuk Pesantren (END)
  • Takdirku adalah kamu (ON GOING)
  • Takdir Yang Tertunda
  • Amor (New Version)
  • Assalamualaikum, Gus ✔ [Terbit]
  • 𝐌𝐮𝐧𝐚𝐣𝐚𝐭 ✔
  • H U R T !    (End)
  • Ijbar [Selesai]

📚Teenfic-Spiritual "Terima kasih, sampai detik ini gus masih baik banget sama Maira. Maira enggak pernah nyangka kalau gus masih mau nolongin Maira. Maira tau semuanya tentang apa yang membuat gus menjauh dari Maira. Kita sama-sama berkorban, ya. Kalau memang Allah mentakdirkan kita bersama, semua akan dipermudah. Semangat ya, Gus." Air mata Maira kini sudah tidak dapat dibendung, ia menutup mulutnya sendiri agar Wafa tidak mendengar isakannya. Wafa menoleh kepada Maira sebentar, mendapati Maira yang menangis Wafa langsung melenggang pergi dan masuk ke mobil. "Suatu saat nanti, kita akan berdampingan. Tidak ada yang mendahului dan terdahului. Enggak tau kenapa Maira yakin banget kalau nantinya kita bisa bersatu, Gus."

More details
WpActionLinkContent Guidelines