UNBELIVEABLE OF LOVE

UNBELIVEABLE OF LOVE

  • WpView
    LECTURES 57
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication jeu., janv. 29, 2015
Prolog Dikesendirian aku merenung , hanya sendiri . Lampu remang disekitaran yang hanya menjadi penerang . Riuh ombak seperti alunan melodi yang berlaju berdatangan . Angin malam yang berhempus seakan memelukku . Dan disinikah aku , ditepi pantai yang jauh dari orang-orang . Hidupku yang selalu datar . Tak ada yang istimewa , tidak seperti rangkaian prosa novel ataupun cerpen yang punya jalan hidup berliku tentang orang . Tapi aku disini tetaplah sebagai aku . Dan aku berharap waktu indah di tujuh tahun yang akan datang .. Mungkin bertemu dengan takdirku ataukah ajal yang akan menjemput untuk bertemu dengannya disyurga .
Tous Droits Réservés
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • "ARGON" Untukmu Bidadari Hatiku
  • " SEDARI DULU "
  • Batas-Batas Eksistensialisme
  • Teruntuk kamu, Septemberku ♥
  • Tak Seindah Matahari
  • PAINFUL [COMPLETED]
  • I'am Not A Virgin
  • From Hate to Love
  • MENCINTAIMU, SEINDAH TUHAN MENCIPTAKANMU

semua kisahku bermula saat pertama engkau hadir dihadapan mataku. wajah itu tak pernah hilang dari bayangan anganku. selalu menghanyut senyummu dalam kalbuku. semua kisah puisi hanya menggambarkan tentang keindahan dirimu. tak pernah bosan tanganku menulis untukmu. tak pernah lelah jemariku melukiskan indahnya parasmu. sinar mentari,tiupan angin,desiran rumput,kemersik daun,kicauan burung,gemercik air, bag menggambarkan pesona indah parasmu. alunan seruling bambu,senduh dentingan gitar, terus mengiringi merdu suaramu dalam relung hatiku. tak pernah lupa selalu terngiang dalam kepalaku " bang Ar!". setiap saat, setiap hari, aku berusaha selalu ada untukmu. menjagamu sekeras apa pun, membimbingmu sejauh apa pun, menuntunmu sesulit apa pun. bagai sepasang merpati yang selalu terbang beriringan, bagai sepasang kelinci yang selalu melompat bersamaan. namun, aku hanyalah akar untukmu. yang menopangmu, menjaga agar kau tetap berdiri.namun, aku hanyalah aliran air untukmu. yang menjadi wadah untukmu berenang semakin jauh. senyummu adalah bahagia untukku, namun tangismu bukanlah sedihku. karena aku harus kuat untuk membuatmu tersenyum sepanjang hari. hingga kau melantunkan suara merdumu "bang Ar!". namun, bagai dentuman guntur di siang bolong, bagai derasnya hujan di panas terik. semua berubah karena ke egoisanku. karenaku, bunga yang indah mekar kini layu dan gugur. karenaku, angin sepoi peniup melodi kini menjadi badai topan yang ganas. yang tinggal hanya dentingan pedang yang beradu, hanya desingan peluru yang memburu. saling membekas luka, menyayat sembilu dalam relung hati. menjatuhkan merpati, membinasakan kelinci, menumpahkan darah di sepanjang perjalanan yang tersisa. kini hanya ada akar tanpa pohon, air tanpa ikan, dan selembar kertas putih. kini yang terbakar hanya amarah yang mengatakan "tolong jauhi aku!".

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu