Story cover for HARA by AdoFlannary
HARA
  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
  • WpView
    Reads 443
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
Ongoing, First published Jan 27, 2015
Setelah memastikan Dimas benar-benar menghilang dari apartemen yang sudah mereka tinggali beberapa bulan, Hara pun memutuskan melepas sepatu kaca merah mudanya itu. Sekarang Hara mengambang di udara. Saat Dimas meninggalkannya sendirian di apartemen ini, Hara memang selalu melepas sepatu ajaibnya itu.

Namun kali ini tak lagi semulus biasanya. Dimas yang ternyata melupakan kacamata miliknya yang masih ada di apartemen kembali lagi untuk mengambilnya. Dan tanpa Hara sadari, Dimas yang memang memegang kuncinya sudah masuk di dalam apartemen. 

"Ra!" Suara Dimas yang kaget setengah mati seketika itu juga membuat Hara tak kalah kagetnya dengan Dimas. "Hara? Lo? Kok itu... Itu kenapa jadi bisa... " Kata Dimas lagi yang begitu kaget melihat Hara saat ini yang kakinya tak menyentuh lantai. Perlahan Hara memutar tubuhnya yang tadi membelakangi pintu masuk di mana Dimas berada menjadi menghadap ke Dimas.

"Dimas?"

"Apa lo itu..."

"Maafin gue! Apa yang ada di pikiran lo emang benar, Dim!"
All Rights Reserved
Sign up to add HARA to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Together with The Sundown by lost_written
35 parts Complete
"What if the past, is your only reason to survive?" Lima tahun berusaha menghapus masa lalu, Fran yakin cerita cintanya dengan Karin sudah berakhir. Perempuan itu sekarang hanyalah kenangan baginya, yang tersimpan rapi dalam sebuah fragmen memori. Yang menjadi bagian dari proses pendewasaannya. Bagi Fran, Karin adalah sebuah pelajaran yang membuatnya mengerti arti merelakan. Selama lima tahun itu juga, Fran meyakinkan diri bahwa akan ada bentuk cinta lain dalam hidupnya. Fran menata hati, tidak lagi menoleh ke belakang, dan melanjutkan hidup yang sempat terbengkalai. Tetapi dia tak pernah menyangka bahwa suatu saat takdir mempertemukannya kembali dengan Karin, cinta lamanya. Dia tak pernah percaya bahwa benang merah diantara mereka masih terjalin. Dan ceritanya bersama Karin, masih jauh dari akhir. Ketika Karin, penulis muda yang sukses, bertemu kembali dengan seseorang dari masa lalunya, dia tidak mengerti mengapa setelah sekian lama takdir baru mempersatukan mereka lagi. Karin masih mengingatnya, masih menganggapnya lelaki pertama yang membuat gadis itu jatuh cinta. Ketika mereka kembali bersua, Fran menawarkan rasa nyaman dan aman yang membuat Karin rindu. Keduanya seperti terperangkap dalam kenangan masa lalu, kembali menjadi dua anak sekolah dalam seragam abu-abu. Dalam kurun waktu singkat, mereka merasakan sesuatu yang tak asing. Apakah itu cinta yang kembali datang? Atau hanya perasaan rindu yang belum terobati? Dan ketika akhirnya mereka berhadapan satu sama lain, dengan masa lalu yang menjadi jembatan, apa mereka masih dikuasai perasaan itu? Cinta masa SMA yang menerobos masuk? Baik Karin maupun Fran, tak mengerti kemana jalur hidup membawanya. Tapi meski begitu, mereka tahu ada satu hal yang dapat menjawab pertanyaan tersebut. Waktu, Hanya waktu. EDITING PROCESS - © 2014 Salshabrina All Right Reserved
REUNI (Enam) by Narra140800
34 parts Ongoing
~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・
You may also like
Slide 1 of 9
Si LIAR cover
Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT) cover
Together with The Sundown cover
tentang sebuah rasa cover
MEET AFTER PARTINGE cover
My Girl ( END )  Kookv Gs cover
SELA ta KEY [END] cover
REUNI (Enam) cover
𝐓𝐫𝐚𝐧𝐦𝐢𝐠𝐫𝐚𝐭𝐢𝐨𝐧 𝐐𝐮𝐞𝐞𝐧 𝐌𝐚𝐟𝐢𝐚(PEMBALASAN DENDAM) cover

Si LIAR

33 parts Complete

"Bangsat. Lepaskan! Dia anak loe tapi bisanya loe buat gitu!" orang yang ditusuk Reza adalah Bara yang tiba-tiba muncul diantara dia dan Roy. Barapun terjatuh dan Reza memapahnya. Reza gemetaran melihat Bara yang sekarat di depannya. Sementara Roy malah tertawa. "Mampus loe!" Roy melayangkan pisaunya tanpa persiapan Reza tak bisa menghindar. Reza mematung dan terdiam, Bara lagi-lagi yang kena tusuk. "Ayah, jangan!" Ucap Bara dengan darah yang keluar dari mulutnya. Bukannya kasihan Roy malah mendorong pisaunya. Melihat itu Reza langsung memegang lengan Roy untuk menahan pisau masuk lebih dalam. "Dia anak loe kenapa loe tega?" Kesadaran Bara hampir hilang. Matanya menatap keduanya dengan sayu. *Brakk* Seseorang langsung memukul Roy sehingga Roy melepaskan tangannya yang memegang pisau. Orang yang memukul Roy adalah Alex. Alex langsung meringkus Roy yang masih mau menyerang. "Bara ... Bara ... bertahan ya!" Ucap Reza namun sayup-sayup Bara hanya mendengar suara yang amat kecil. "Andaikan aku bisa memilih, aku tak mau hidup begini!" ucap Bara dalam hati sebelum matanya menutup.