HARA
  • WpView
    Reads 446
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 6, 2015
Setelah memastikan Dimas benar-benar menghilang dari apartemen yang sudah mereka tinggali beberapa bulan, Hara pun memutuskan melepas sepatu kaca merah mudanya itu. Sekarang Hara mengambang di udara. Saat Dimas meninggalkannya sendirian di apartemen ini, Hara memang selalu melepas sepatu ajaibnya itu. Namun kali ini tak lagi semulus biasanya. Dimas yang ternyata melupakan kacamata miliknya yang masih ada di apartemen kembali lagi untuk mengambilnya. Dan tanpa Hara sadari, Dimas yang memang memegang kuncinya sudah masuk di dalam apartemen. "Ra!" Suara Dimas yang kaget setengah mati seketika itu juga membuat Hara tak kalah kagetnya dengan Dimas. "Hara? Lo? Kok itu... Itu kenapa jadi bisa... " Kata Dimas lagi yang begitu kaget melihat Hara saat ini yang kakinya tak menyentuh lantai. Perlahan Hara memutar tubuhnya yang tadi membelakangi pintu masuk di mana Dimas berada menjadi menghadap ke Dimas. "Dimas?" "Apa lo itu..." "Maafin gue! Apa yang ada di pikiran lo emang benar, Dim!"
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SAD GHOST 6 ✓
  • Maaf (Sequel Off T.A.A.O) | SELESAI REVISI
  • Si LIAR
  • Together with The Sundown
  • GUNFA
  • TRIANGLE (END)
  • Entwined by fate || BXB
  • Kebodohanmu Akhir Cerita Kita (TELAH TERBIT)
  • tentang sebuah rasa
  • KEKASIH KECILKU [TAHAP REVISI]

BRAK!! Rara terjuntai sampai bokongnya menabrak mesin cuci, ia terkedjoed sekaligus terheran-heran melihat wujud yang ada di hadapannya. Siapa ketiga manusia, ups salah maksudnya makhluk halus di hadapannya ini? "Selamat malam" ucap mereka bersamaan. "Ma-malam, bapack-bapack cari siapa ya?" "Cari manusia bernama Rara, Riri dan Rere. Benarkah ini rumahnya?" "Betul sekali. Apakah kalian dari anggota give away? Wah, saya mau dapet mobil mewah dong? Atau duid seratus juta" "Kita gak salah men, dia beneran yang kita maksud. Bener kata raja Jin, udah cantik, lucu dan uhhh sexy men" bisik salah satunya di akhir kalimat. "Hus, lo udah jadi setan masih aja mesum. Otak lo gue puterin ke mesin cuci mau?" "Anceman lo ngeri kaya akun lambe!" Rara masih menunggu jawaban mereka, bahkan jika saja ada yang memotret wajahnya pasti ia sangat malu sekali, sebab wajahnya terlihat seperti orang bodoh. "RARA, NAMA LO RARA KAN? TANPA BERBASA BASI LAGI, GUE MAU KENALIN DIRI. GUE GUNDU, LO BISA PANGGIL GUE GUGUN" "GUE ASEP, LO BISA PANGGIL SAYANG KALAU MAU HEHE" Rara bergidik ngeri. "GUE... GUE SIAPA?" "NAMA LO OPAL," ucap Gundu dan Asep bersamaan. "Oh iya hehe, makasih udah ingetin. Kadang gue lupa, karna yang slalu gue inget adalah beban saat kita semua masih idup" Mendengar kalimat akhir dari Opal membuat mata Rara melotot terkejut, otaknya mulai bekerja bergotong royong untuk membangun sebuah koneksi. Jikalau mereka pernah hidup, lalu sekarang apa? "Lo semua udah modar?" tanya Rara. "YOI. KITA ADALAH PARA SAD GHOST DARI GENERASI SIX. TUJUAN KITA DATANG KEMARI YAITU, MEMINTA PERTOLONGAN KEPADA SAUDARI RARA, RIRI, DAN RERE UNTUK MENUNTASKAN MASALAH KAMI!" "What? Masalah gue aja banyak, dan lo semua mau nambah masalah gue?" Tuing...tuing.. Para pocong itu loncat-loncat semacam kutu, untuk mendekati Rara. Sontak Rara mundur ketakutan. "Plis gue mau pingsan aja. Ternyata kalian pocong, gue pikir kalian lontong! Bye..." _______ Writer bye; Nanaw✨

More details
WpActionLinkContent Guidelines