My First Love || Hueningkai [End]

My First Love || Hueningkai [End]

  • WpView
    Membaca 220
  • WpVote
    Vote 63
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Jum, Feb 24, 2023
" Semesta mungkin menitipkan seseorang hanya untuk sementara, selebihnya hanya tuhan yang menentukan. " " Ukiran senyuman di bibir bukan dari cara kita untuk tersenyum, tetapi cara semesta menentukan siapa yang berhak untuk bahagia " Author Nana. " Jika suatu saat aku menghilang, jangan mencari yang lain. Tetaplah bersamaku walau tanpa hadirku. " Just cerita fiksi ya guyss... Jangan dibuat beneran okey? ☺ Pict by: pinterest Happy Reading😊👐
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#808
tomorrowxtogether
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Semesta Berlima
  • [i] RUNAWAY ; The Death Holiday
  • ITS NOT US!
  • Yours ( Beomkai / Kaigyu )
  • Dear Sister
  • The Darkness of The Light [END]
  • Your Smile - Beomgyu [TXT]
  • first love ; KTH (✓) [revisi]
  • (COMPLETED)

[TXT Lokal] [Brothership, family] Yasa kecil pernah bicara pada papa mama kalau dia ingin punya adik. Ingin merasakan ada orang lain yang bergantung padanya. Tapi sampai dia besar keinginannya itu hanya sebatas angan-angan. Sadam sudah biasa hidup sendiri, makanya ketika bertemu orang baru rasanya senang sekali karena ia memiliki kesempatan untuk menciptakan dan merasakan hangatnya kebersamaan. Bima hanya selalu memikirkan dirinya sendiri selama ini, jiwanya yang penuh ambisi memaksanya harus terus memperbaiki diri hingga tak sempat memikirkan orang lain. Sementara Genta adalah kebalikan Sadam, yang lebih baik hidup sendiri sebab tak suka keramaian, asing dengan kebersamaan. Dan Kaisar hanya laki-laki ceria yang senang bergaul, senang bermain, senang bercanda, yang punya prinsip untuk menjalani hidupnya dengan menyenangkan setiap hari. Lantas mereka bertemu untuk tinggal bersama. Tanpa ayah, ibu, mama, papa. Dalam semesta yang besar ini, hanya mereka berlima yang bisa saling mengandalkan satu sama lain. Bisakah mereka menjalaninya?

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan