LUKISAN LUKA

LUKISAN LUKA

  • WpView
    LECTURAS 53
  • WpVote
    Votos 47
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación dom, ago 14, 2022
WpInfo
Ficción
Romance
Tentang gadis yang memiliki keluarga broken home dan sering jadi bulyyan di sekolah, lalu di benci oleh seorang ayah kandung sendiri,harus hidup mandiri tanpa adanya kasih sayang dari ke dua orang tua, tapi dia yakin setelah luka pasti ada penyembuh bukan? "Setiap luka pasti ada penyembuh"-ELARA
Todos los derechos reservados
#121
nangis
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Penuh Luka (On Going)
  • CAHAYA DI BALIK LUKA [END]
  • Yang Dulu Melukai,Kini Menyayangi [END]
  • Something Bitter
  • ANGEL (END)
  • Juan [REVISI]
  • Waktu?
  • DAFA STORY
  • When I happy? (TAMAT)
  • Let me love you nerdy girl

No copas! Cerita ini hanya fiksi, hasil ide saya sendiri! Kisah ini tentang seorang gadis muda yang hidup dengan luka batin yang mendalam akibat ayahnya membiarkan ibunya untuk wanita lain. Luka ini tidak hanya mempengaruhi ibunya, tetapi juga dirinya sendiri. Ia tumbuh dengan perasaan tidak cukup baik, merasa bahwa dirinya tidak cukup berharga di mata ayahnya. Ia harus menghadapi setiap masalah dan ucapan dari ayah nya dan wanita pelakor itu. Namun, di tengah-tengah kesedihan dan kekecewaan, ia berusaha untuk bangkit dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. Melalui perjalanan hidupnya, ia belajar untuk menerima keadaan dan memaafkan ayahnya, meskipun itu tidak mudah. Cerita ini adalah genre perjuangan, kesedihan, dan proses penyembuhan, serta bagaimana seseorang dapat bangkit dari keterpurukan dan menemukan kekuatan dalam dirinya sendiri. ••• Dengan langkah cepat, Hendra menghampiri Melia yang melihat dirinya datar. "Apa yang kau lakukan, Melia?!" tanya Hendra dengan nada tingginya. Melia melirik pada Rina sebentar yang meringis kesakitan, lalu menatap Ayahnya lagi yang berada di hadapannya. "Ayah punya mata 'kan?" Melia bukan menjawab melainkan memberi pertanyaan. "Aku hanya berlatih melempar benda pada tempatnya kok," lanjutnya lalu melangkah pergi. "Melia!" Penasaran dengan alurnya? baca yok, jangan lupa follow dulu💋

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido