JANU
  • WpView
    Reads 308
  • WpVote
    Votes 72
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Dec 28, 2022
WpInfo
Fiction
Romance
Seorang remaja yang menggunakan seragam putih abu-abu duduk di samping makam, wajahnya terlihat tampan dan karismatik ia duduk sembari mencabut rumput yang sudah lumayan panjang, Anehnya pemuda tersebut mengunjungi makam di pagi buta, disaat semua pasang manusia masih memejamkan matanya, dan matahari masih menyembunyikan cahaya nya wajahnya begitu tegas sedangkan matanya menyiratkan ribuan luka. Tatapan matanya berkaca kaca, kemudian ia menghela nafas kasar "Sepertinya semua akan jauh lebih mudah ketika lo ada disini," setelah ucapan itu dadanya bergemuruh, di balik usianya yang masih terbilang muda ia harus menanggung beban yang kelewat berat "Harusnya ketika hari itu lo bilang mau ikut nggak, harusnya gue jawab ikut, dengan begitu gue nggak perlu ada disini,"
All Rights Reserved
#17
papah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Paradise
  • ELLGAR (TAMAT)
  • Rumah Orang Mati
  • Sejenak Luka
  • Shena Aquella {SELESAI}.
  • Breathe
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Stres In Life
  • Feathers
Paradise

(SUDAH TERBIT) PESAN DI SHOPEE LOVELYMEDIA. "Lihat saudaramu yang lain! Mereka berprestasi! Tidak buat onar! Membanggakan orang tua!" Baginya yang terbiasa dibandingkan dengan saudara sendiri, mendengar perkataan itu tak lagi menimbulkan sakit meski sesekali menangis dalam diam. "Woi cupu! Beresin nih sekalian buang sampahnya. Awas aja lo masih bisa santai disini." "Orang kayak lo emang pantes dapet temen?" "Makanya gak usah belagu! Dasar babu!" Lambat laun perkataan mereka tak lagi berefek pada hatinya, apa ini? Apakah ini yang disebut mati rasa? Ternyata ... setelah mati rasa pun ia tetap merasakan pahit yang sulit dijelaskan. Mengapa begitu banyak orang yang membencinya? Apa salahnya? Di mana letak kekurangannya? "Urus diri lo sendiri!" "Dasar manja!" "Qi, urusan abang bukan cuma kamu. Jangan egois." Ah, begitu. Ternyata di mata ketiga saudaranya pun ia terlihat manja dan menyusahkan. Bagaimana ini? Hatinya kini sudah pecah berkeping-keping, ia tak lagi merasakan dirinya sendiri. Harapannya ... sungguh sederhana, semoga kelak Ayah dan ketiga saudaranya dapat kembali menyayanginya. Semoga masa SMA-nya bisa seindah cerita novel yang ia baca. Semoga keinginan itu dapat ia rasakan sebelum ajal menjemputnya dengan paksa. .... Warning: violence, harsh word, bullying, suicide, etc. All picture from pinterest.

More details
WpActionLinkContent Guidelines