Story cover for MIRROR by fairrys_
MIRROR
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Jul 10, 2022
Setiap tahunnya selain umur kita yg bertambah, berbagai macam beban yg ditanggungpun semakin berat hingga membuat kedua kaki tak kuasa menahan, stress berlebih yang dapat membuat kepala bisa pecah dimana saja serta dunia yang senang sekali membuat candaan keterlaluan hingga ribuan manusia yang mengeluh karena telah dilahirkan di "dunia". Terkadang masalah masalah itu yg tanpa disadari membuat diri kita berkembang ntah dalam berpikiran terbuka atau lebih mudahnya peduli dengan orng lain. itu kata orang di sekitar Sun, ia harus bertahan dari cacian semua orang yang bisa menyakit dirinya dan dirinya yang lain yaitu moon.
All Rights Reserved
Sign up to add MIRROR to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0 by Lunatic_Creator7x
19 parts Complete
Menceritakan seorang Kreator yang terjebak di suatu tempat, yang sebenarnya ia mengenal tempat tersebut. Tempat itu adalah dunia fiksi buatannya, namun dunia itu berantakan karena mengalami korupsi yang membuat memori-memori di dunia tersebut terganggu. Kreator yang baru saja terdampar di dunia tersebut tidak tahu apa yang terjadi, begitu pula dengan keberandaan dunia tersebut masih dipertanyakan. Hingga selang beberapa waktu Kreator bertemu dengan karakter buatannya sendiri yang bernama Zero. Dia menceritakan banyak hal tentang sesuatu yang saling bertentangan karena di antaranya mereka banyak yang kehilangan memori mengenai siapa diri mereka dan tentang Kreator yang sesungguhnya, menjadikan rumor besar bahwa adanya Kreator yang asli dan yang palsu. Dipercaya kunci masalah di dunia tersebut memang hanyalah dari Kreator sendiri. Selanjutnya, bagaimana sang kreator akan menyelesaikan masalah pada dunia ciptaannya sendiri? Dalam satu kesadaran terdapat berbagai kesadaran lainnya yang tercipta, membuat berbagai pikiran saling bertentangan satu sama lain. Ini lah cerita tentang satu orang yang harus menghadapi dirinya sendiri. "Dunia fiksi tercipta karena kita tidak bisa menerima realita. Ini bukan soal lemah atau kuatnya kita menerima realita, namun ini soal bagaimana jiwa seseorang bisa hidup nyaman walau di dunia yang sangat menyakitkan ini. Tapi... apa jadinya jika dunia fiksi yang kita ciptakan juga menjadi musuh terbesar dan menentang keberadaan kita sendiri?"
You may also like
Slide 1 of 10
Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar cover
Delapan Sayap Langit /with SKZ (selesai) cover
Bond cover
Young CEO  cover
𝙓𝘼𝘾𝙄𝙀𝙍𝙔𝘼 cover
Pertanda di Dunia Fiksi | Project (-1): From the Underrated - Memory 0 cover
Pelindung Yang Kian Rapuh || Gin cover
Langkah di Tepi Luka (Segera Terbit) cover
Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ) cover
Anak pertama||TNF cover

Fence: Keluarga itu Ibarat Pagar

13 parts Ongoing

Keluarga itu ibarat pagar. Tidak bisa berdiri sendiri, harus saling merangkul agar lebih kuat. Perlu dipaku agar tetap kokoh, walau terdengar menyakitkan. Pagar itu kadang memang membatasi kita, tapi jangan lupakan jasanya karena pagarlah yang melindungi kita dari dunia luar. Mirip keluarga, 'kan? Di sini ada Halilintar, tiang pertama yang menjadi kepala keluarga karena keadaan. Tidak mungkin berdiri tanpa dukungan Taufan yang mengambil peran 'kakak' untuk adik-adiknya. Gempa dulu yang paling dekat dengan Umma, kini mencoba meniru sosok lembut penuh kasih sayang milik Umma. Lantas, bagaimana dengan 4 yang lain? Blaze selalu berusaha melakukan apa yang dia bisa untuk membanggakan keluarganya. Ais memang terlihat pendiam, tapi bukan berarti dia sepenuhnya abai. Duri memang masih menyimpan trauma, tapi dia tetap selalu berusaha hadir untuk semua saudaranya. Sedangkan Solar, sebagai anak paling bungsu dia selalu mencoba untuk bersikap dewasa. Meski kadang gagal. Ini adalah kisah keseharian para tiang pagar yang berusaha melindungi rumah mereka. Bukan cerita angst atau sedih, ini slice of life. Lebih banyak lawak daripada nangisnya.