MATA TEDUH MAIRA

MATA TEDUH MAIRA

  • WpView
    Reads 4,686
  • WpVote
    Votes 304
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 6, 2025
" Ulangi!!!!!, buat dengan benar, sebelum laporan yang baru ada dimeja saya , Jangan harap bisa Pulang!!" " baik pak " " Dan kamu Maira, Sudah berapa tahun kamu kerja disini?" " hampir 4 tahun pak " " dengan waktu selama itu kamu masih tidak paham cara kerja saya?" " lagi pula sebelum ke saya semua laporan itu kan di Kasih ke kamu dulu, memang nya kamu gak bisa ngarahin mereka ?" Maira menunduk sembari memilin Ujung Khimarnya ^^^^^^^ " apa kamu punya syarat atau Kriteria Khusus Tentang itu?" Lagi lagi Maira memberi Respon Kaget. " apa Anda berniat Menjodohkan saya dengan seseorang ?" " t..tidak, Bukan Begitu, tolong dijawab saja " Adnan ikut terkejut dengan pertanyaan itu, Mati pun ia tidak akan pernah menjodoh kan Maira dengan Laki laki lain Maira diam, Ia tidak bermaksud Melanjutkan topik melenceng ini " apa Kamu akan bermasalah dengan laki laki yang berusia 28 tahun? Apa itu cukup tua untuk mu?" Tanya Adnan gugup " pak, Saya akan kembali lagi nanti, Ekspresi anda tidak cukup baik sekarang, Saya akan minta Wahyu membawakan Kopi untuk anda " ucap Maira berdiri. ___________ Halo halooo, Author males buat deskripsi, jadi penggalan cerita aja yaaaa.. Semoga sukaa, tolong di baca di vote dan di komen yaa, Terima kasih
All Rights Reserved
#530
adnan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Masa Itu ✔ (Tamat di Karyakarsa)
  • Suratan Takdir (SELESAI)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • ALA
  • Home (Completed) (Repost)
  • The Crazy Wedding
  • Jodoh Pilihan Abi
  • Iiiiiih, Mas Kahfi!
  • Cerita: My Unexpected Life
  • 𝙼𝙰𝙽𝚃𝚄-𝙰𝚋𝚕𝚎✔

"Nggak ada perempuan yang baik yang mau sama pasangan orang!" Teriak Keira menatap sengit ke arah Bagas. "Kei!" Teriak Bagas membalas teriakan Keira. Disini Bagas yang salah, bukan perempuan kecil yang tengah ia gandeng bahkan perempuan kecil itu sekarang ketakutan bersembunyi di belakang tubuh Bagas. "Apa karena pernikahan kita berawal dari perjodohan kamu bisa seenak jidatnya membawa dia pulang?" Tangan Bagas yang bebesa memijat keningnya, ia tahu jika masa lalunya akan terkuak juga. Bagas disini bukan tidak menghargai Keira tapi ia tidak tahu hal apa yang harus ia lakukan. "Pelankan suara kamu Kei. Dia tidak bersalah." Pinta Bagas dengan nada sedikit mengiba. "Lantas kenapa dia ada disini? Kemana jal*ng kamu itu?" Keira sadar saat ia menikahi Bagas, Bagas memang masih memiliki kekasih. Tapi tidak harus membawa ekornya ke dalam pernikahan yang baru menginjak usia empat tahun ini, bukan? "Keira, stop bicara kasar. Lebih baik kamu masuk kamar. Aku mau mengantar Lala ke kamarnya." Putus Bagas dengan melangkah masuk ke dalam kamar yang dulunya ditempati tamu. "Kamu memang kelewatan Mas. Aku sadar jika aku belum bisa memberikan kamu anak, tapi jangan pakai cara seperti ini." Selesai mengatakan itu Keira bergegas ke kamar utama, ia membanting pintu sekerasnya. Langkahnya menyapu ruangan yang banyak memberi kenangan manis dengan Bagas, kedua tangannya mengambil koper dan menyiapkan beberapa barang yang akan ia bawa pulang. Harga dirinya sangat tinggi, jadi saat Bagas membawa anak itu kesini maka dirinyalah yang harus pergi. "Apa-apaan kamu, Kei." Bagas yang selesai menidurkan Lala sontak terperanjat dengan keadaan kamar tidurnya yang sudah seperti kapal pecah. Jangan tanyakan apa yang dilakukan Keira. Melangkah keluar, ia mengusap sisa air matanya. "Aku mau pergi dari sini, dan kamar ini seperti ini sama seperti hatiku."

More details
WpActionLinkContent Guidelines