Walking Through The Time

Walking Through The Time

  • WpView
    Lecturas 57
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 6
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación mar, jul 12, 2022
WpInfo
Ficción
Acción y Suspenso
Tara, mahasiswi sastra Indonesia yang sedang kehabisan ide untuk menulis bertemu kembali dengan sahabat masa kecilnya, Mita. Setelah pertemuan mereka di Museum Nasional, kedua sahabat mendapati bahwa seseorang dari masa lalu mereka terlibat konspirasi untuk menggulingkan pemerintahan yang sah di negerinya dengan cara membunuh orang-orang berpengaruh di masa lalu menggunakan mesin waktu. Apakah mereka berdua dapat menghentikan ini semua? Bisakah mereka menyelamatkan lini masa sejarah Indonesia? - I promise I will make a proper cover for this story. Just WAIT FOR A SEC, OK?
Todos los derechos reservados
#444
history
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • The Golden Age
  • NEGERIKU 2045
  • Rewinds ✓
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • {𝐄𝐍𝐃}Catatan Teman yang Sudah Mati
  • My Duchess / End
  • Abu Abu [ completed ]
  • Rania van Batavia [✔️]
  • Lonceng Akhir yang Tak Pernah Berbunyi [TERBIT]

[Science-Historical fiction] [Sedang dalam tahap revisi besar-besaran] Semua masa di bumi memiliki masalahnya masing-masing. Dan manusia-manusia yang hidup pada masanya, memang ditakdirkan untuk mampu bertahan di masa tersebut. Pallavi baru saja meninggalkan kampung halamannya di Indonesia dan pindah ke negara ini bersama kedua orang tuanya. Ia tinggal di tempat yang baru, belajar di sekolah baru, dengan lingkungan baru, serta mendapatkan teman-teman baru. Anak perempuan usia dua belas tahun, jujur saja, hal menarik apa yang bisa kita harapkan dari kisahnya? Bertemu dengan peri? Mendapat kekuatan ajaib? Berbicara dengan orang yang dipercaya sudah mati? Oh, jangan begitu jauh, ini bukan fantasi. Berbagai masalah yang muncul dalam kehidupannya, merupakan estetika unik tersendiri yang patut disyukuri dan diambil pelajarannya. Mungkin, belahan bumi bagian barat dengan para muslim masih tidak dapat disatukan dengan begitu baik, namun, di lingkungan yang baru ini, Pallavi belajar bagaimana caranya mempertahankan keimanannya sebagai seorang muslim. Berada di masa-masa yang sulit, membuat siapapun akan memimpikan masa-masa kejayaan. Namun jika masa kejayaan Islam di abad pertengahan juga menghadapi kehancurannya, akankah dirinya merasakan masa kejayaan yang serupa? Pallavi dan teman-temannya terlahir dan bermimpi sebagai cendekiawan. Tetapi jika apa yang dibutuhkan mereka untuk menghadapi masalah antara hidup dan mati adalah dengan menjadi seorang petarung, apakah mereka masih dapat mewujudkan mimpi mereka? Berbagai kejadian yang menyenangkan tetap ada, walaupun yang pahit turut ikut serta. Dan ternyata, siapapun dapat menyelesaikan masalah dengan peran mereka sendiri. Jadi, apakah dengan masalah kali ini, para sejarawan mau mencatat nama-nama mereka sebagai orang-orang baik? Oh, ada sebuah petunjuk! Yaitu: ketika sekelompok semut kehilangan pemimpinnya, mereka hanya akan berjalan berputar-putar sampai mereka mati.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido