Bagaimana seandainya jika kamu dicinta oleh seseorang yang menurutmu dia adalah musuh terbesar? Kamu bahkan tidak menyadari bahwa yang kamu anggap musuh itu mencintaimu, dengan sederet tingkah menyebalkannya siapa duga ternyata itu adalah caranya menarik perhatianmu. Di sisi lain, ketika kamu mulai tertarik dengan tingkah lelaki itu, masa lalumu datang begitu saja. Membuat perasaan akan mencintai agak sedikit goyah. Haruskah berpaling pada cinta masa lalu atau tetap pada pilihan sebelumnya? Kamu... Dia... Dan masa lalu... Siapa sangka menjadi serumit itu?
More details