Hutan Tak Bernyawa

Hutan Tak Bernyawa

  • WpView
    Reads 125
  • WpVote
    Votes 34
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Thu, May 28, 2026
WpInfo
Fiction
Action and Thriller
Survival
Adventure
Social Themes
Selayaknya kelima indra manusia mati, tak seorang pun menyadari hutan yang membentang di balik pagar itu. Bukan manusia yang kehilangan fungsi tubuhnya, melainkan hutan itulah yang tak bernyawa. @wanderkyu, 2025
All Rights Reserved
#232
antagonis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AVISENA
  • Bukan Sembarang Figuran
  • NEALINE : Blood and Ice Cream
  • Stuck Between The Pags
  • GAIRAH MENANTU BERSERAGAM
  • Jangan Halangi Pensiun Diniku, Mas Aktor! (Hiatus)
  • XAVIER : The Silent Guardian
  • THE DUCHESS OF LANCASTER : A Tale of Two Lives (END/COMPLETED)
  • Bukan Babysitter, Bung
AVISENA

Awal mulanya, Avisena hanyalah anak sekolah berandalan yang kenakalannya dibatas wajar. Namanya cukup terkenal dikalangan remaja wilayahnya. Kemampuan dia bertarung, beberapa aksi nekatnya dalam memperlihatkan jati diri. Prinsip hidup Avisena adalah hidup tanpa ada yang bisa merendahkan dirinya. Latar belakang keluarganya yang berasal dari kelas menengah ke bawah membuatnya gencar untuk melakukan segala cara agar bisa terus bertahan hidup. Ibundanya yang sudah lama meninggal, juga Ayah yang sama sekali tidak pernah memiliki peran apapun dalam hidup Avi dan kedua saudaranya. Hingga suatu saat dia terjebak dalam kesepakatan bisnis ilegal yang sama sekali tidak terduga. Menjadi bodyguard seorang gadis kaya dari keturunan pembisnis gelap. Hidup Avisena yang sebelumnya tenang damai, seketika berubah drastis penuh rintangan. "So, kalian semua emang dari kecil dilatih buat jadi bodyguard sialan keluarga gila ini?" "Lo tanda tanganin kontrak kerja sebelumnya?" Avi mengerjap polos, "iya." "Lo baca?" "Eh, nggak. Gue pikir itu cuma kertas formalitas doang," katanya sudah berpikir ada yang salah di sini. Lantas, pria itu memijat pangkal hidungnya, merasa pusing menghadapi bocah sekolah yang seperti tersesat dalam tempat yang bukan seharusnya ia tahu. "Yang lo tanda tangani itu kontrak kerja seumur hidup, Avisena. Lo tanda tangani dokumen itu yang berarti lo nyerahin hidup lo sepenuhnya sama keluarga Wijaya." Saaat itulah mata Avi membelalak lebar. "NGGA MUNGKINNNN!!!!"

More details
WpActionLinkContent Guidelines